Wall Street Menguat, Indeks S&P Meningkat Tajam sejak Juli

Selasa, 13 September 2016 - 08:25 WIB
Wall Street Menguat,...
Wall Street Menguat, Indeks S&P Meningkat Tajam sejak Juli
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat tercatat menguat dalam dua bulan terakhir, setelah Gubernur Federal Reserve Board Lael Brainard menegaskan sikapnya dovish kepada suku bunga. Dia mendesak agar lebih berhati-hati terkait menentukan stimulus moneter ke depannya.

Dilansir Reuters, Selasa (13/9/2016) sebelumnya kecemasan tentang kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate pada September telah mengirim tiga sektor utama pasar saham AS jatuh di akhir pekan kemarin untuk jadi yang terburuk sejak Juni. Namun di awal pekan, Dow Jones industrial average dan S & P 500 mencetak keuntungan dan jadi yang terbesar sejak awal Juli.

Tercatat indeks Dow Jone sempar rally 1,32% untuk berakhir di level 18.325,07, sedangkan S & P 500 melompat 1,47% menjadi 2.159,04. Sementara kenaikan juga terjadi pada komposit Nasdaq yang melonjak 1,68% ke level 5.211.89. Sekitar 7,8 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat, ini jauh di atas rata-rata harian 6,3 miliar dalam 20 sesi menurut data Thomson Reuters.

Beberapa saham yang mengalami peningkatan di antaranya Apple (AAPL.O) naik 2,24% untuk memberikan dorongan terbesar kepada indeks S & P 500. Lalu ada saham Perrigo (PRGO.N) yang melompat 7,34%.

Kenaikan bursa saham AS diikuti komentar sebelumnya Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart di mana mereka menyarakan untuk adanya peningkatan suku bunga. "Hal ini normal apabila banyak saran untuk lebih berhati-hati dalam menenjukan kebijakan," ucap Brainard jelang pertemuan Fed pada 20-21 September, mendatang.

Di sisi lain para pelaku pasar diyakini masih menanti apakah akan ada kenaikan suku bunga pada September. "Tidak ada cukup amunisi untuk kenaikan suku bunga pada September. Pasar ingin menunda ini selama mungkin," ujar Chief Executive Officer Longbow Asset Management Jake Dollarhide.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
13 menit yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
29 menit yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
54 menit yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
1 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
1 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
1 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved