Fuad Bawazier Nilai Ada Kesepakatan di Balik Tax Amnesty

Kamis, 15 September 2016 - 13:21 WIB
Fuad Bawazier Nilai...
Fuad Bawazier Nilai Ada Kesepakatan di Balik Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Bawazier mengungkapkan, ada kesepakatan di balik program tax amnesty atau pengampunan pajak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terutama dalam mendorong Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menaruh uangnya di dalam negeri.

"Dari awal seperti ada kesepakatan dana luar negeri didatangkan sebagai modal usaha. Presiden gencar kampanye," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/9/2016). (Baca: Mantan Menkeu: Tax Amnesty Bermasalah sejak Awal).

Fuad mengatakan, pegawai Direktorat Jenderal Pajak dibuat setres dengan kebijakan Jokowi ini. Sebab, mereka seperti mengejar paksa untuk mengumpulkan pajak kekayaan.

"Orang pajak setres hanya kumpulin wajib pajak. Mulailah jadi enggak jelas lagi yang diuber apa? Sasarannya apa? malah seperti uber pajak kekayaan," kata mantan Menkeu ini.

Menurutnya, sasaran tax amnesty yang semerawut ini juga diiringi dengan target masuknya dana repatriasi. Angka tersebut berbeda antar banyak pihak. "Melihat tujuan atau sasaran tax amnesty belepotan. Angka yang muncul belepotan, angka Rp3.000 triliun, Rp11.400 triliun sampai akhirnya muncul target tebusan Rp165 triliun, BI bilang paling banter Rp53 triliun," tutur Fuad.

Sehingga, lanjut dia, wajar jika Jokowi langsung melakukan reshuffle setelah RAPBN 2017 disahkan. Celah yang besar dalam penerimaan pajak menjadi awal adanya pemangkasan anggaran.

"Jadi karena itu enggak heran juga begitu RAPBN disahkan DPR diikuti perubahan reshuffle kabinet. Langsung sama menteri keuangan yang baru pangkas anggaran," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
1 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
10 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
12 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved