Sofjan Wanandi Berang Aksi Singapura Halangi Tax Amnesty

Kamis, 15 September 2016 - 20:25 WIB
Sofjan Wanandi Berang...
Sofjan Wanandi Berang Aksi Singapura Halangi Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Singapura ibarat TTM (teman tapi 'musuh') bagi Indonesia. Terutama dalam penerapan tax amnesty yang digelorakan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sebelumnya, Pemerintah Singapura dengan bermuka manis mengatakan tidak akan menghalangi warga Indonesia di negerinya untuk mau ikut tax amnesty, baik melakukan dana repatriasi maupun deklarasi.

Ucapan Pemerintah Singapura ternyata pemanis belaka. Nyatanya sangat bertolak belakang. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sofjan Wanandi geram dengan tingkah private bank di Singapura yang mengancam warga Indonesia yang hendak mengikuti program amnesti pajak.

"Sekarang private bank dan lain-lain (di Singapura), bikin move menakut-nakuti warga Indonesia. Seolah-olah mau lapor polisi bahwa uang itu dari penyalahgunaan hukum di Indonesia, dari korupsi dan lain-lain," ujar Sofjan kepada Sindonews, Kamis (15/9/2016).

Dan ancaman itu, kata Sofjan, bertujuan menghalangi warga Indonesia di negeri yang pernah disebut mantan Presiden Habibie sebagai the little red dot.

Meski ditakut-takuti, sambung mantan aktivis 1966 ini, beberapa rekannya memilih tidak gentar. Bahkan banyak dari mereka yang menutup rekeningnya di bank di Singapura. "Banyak teman-teman saya sudah tutup account-nya di banknya Singapura. Ini tidak soal sama sekali. Meski private bank mereka tidak mau kehilangan uang," serunya.

Aksi private bank Singapura menghalangi program amnesti pajak di Indonesia, sepertinya mendapat sokongan dari Pemerintah Singapura. Hanya saja, Sofjan mengaku belum bisa membuktikannya.

Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini lantas meminta warga Indonesia di Singapura untuk tidak takut. Karena secara hukum, perbankan Singapura tidak dapat menakut-nakuti bahkan mengancam nasabah. Ia juga meminta warga Indonesia di Singapura jangan percaya pada iming-iming perbankan Singapura, yang sejatinya ingin menggagalkan tax amnesty.

Karena itu, Sofjan meminta Pemerintah Indonesia harus bertindak tegas agar jangan sampai cara-cara tersebut menggagalkan tax amnesty. "Pemerintah Indonesia perlu memproteksi warga Indonesia di sana," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pajak Properti di Singapura...
Pajak Properti di Singapura Capai 60% untuk Warga Asing, Tertinggi di Dunia
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
2 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
4 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
6 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
7 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
9 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved