Lowongan Kerja Sektor Keuangan Inggris Masih Jatuh Usai Brexit

Jum'at, 23 September 2016 - 17:54 WIB
Lowongan Kerja Sektor...
Lowongan Kerja Sektor Keuangan Inggris Masih Jatuh Usai Brexit
A A A
LONDON - Jumlah lowongan pekerjaan di sektor keuangan Inggris berdasarkan penelitian terbaru masih mengalami kejatuhan lebih dari 10% setelah pemungutan suara Brexit yang menghasilkan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Ancaman kehilangan hak passport yang membebaskan perusahaan berdagang di UE tanpa perlu lisensi terpisah, diyakini memberikan efek.

Dilansir BBC, Jumat (23/9/2016) data pekerjaan baru pada sektor keuangan di Inggris terus mengalami penyusutan untuk Juli dan Agustus, seperti disampaikan oleh Institut Penelitian Kebijakan Publik (IPPR). Sementara Eurosceptics menerangkan Inggris diprediksi tidak akan terganggu apabila mengambil keputusan meninggalkan single market, meski ada beberapa pihak yang menyarankan tetap bertahan.

(Baca Juga: Imbas Brexit, Lowongan Kerja di Sektor Keuangan Inggris Anjlok 27%)

Jatuhnya jumlah lowongan pekerjaan setelah Brexit sangat mencolok, meski menurut IPPR tren tersebut telah terlihat dalam empat tahun belakangan. Penyusutan lowongan kerja di London sebesar 13,6%, termasuk beberapa bagian seperti administrator, manajer dan kepala eksekutif berdasarkan penelitian. Sedangkan untuk luar Ibukota ada penurunan 12,8% lowongan pekerjaan di daerah Timur, 11,4% di sebelah barat laut dan 11,2% pada Yorkshire dan Humber.

"Ini kejatuhan sektor terbesar, apalagi sektor keuangan sangat penting untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat luas. Perdana Menteri harus mengakhiri keraguan terkait apakah pemerintah akan tetap mengejar akses ke single markets dan hak passporting sebagai prioritas dalam negosiasi Brexit," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
33 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
53 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Ribu Dokter...
Puluhan Ribu Dokter Muda di Inggris Mogok Kerja 3 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved