Tarif Industri Padat Karya Jadi Kendala RI dalam Perundingan CEPA

Selasa, 27 September 2016 - 17:23 WIB
Tarif Industri Padat...
Tarif Industri Padat Karya Jadi Kendala RI dalam Perundingan CEPA
A A A
JAKARTA - Tingginya tarif industri padat karya di Tanah Air menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani masih menjadi kendala dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Hal ini lantaran di kebanyakan negara tarif industri padat karya sudah cukup rendah.

(Baca Juga: KEIN Pede Industri Padat Karya RI Unggul di Asia Tenggara)

Lebih lanjut dia menerangkan untuk di Indonesia perlu difokuskan pada masalah pengenaan tarif di UMKM. Dia menilai, industri padat karya Indonesia karena persoalan tarif dan fasilitas, menjadi tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain.

"Jadi kalau sekarang untuk tekstil dan sepatu, itu kan mereka adalah padat karya. Saya rasa kita ketinggalan karena dengan adanya fasilitas dan tarif yang diberikan ke Vietnam dan Bangladesh yang sudah tanda tangan di CEPA ini, membuat Indonesia tertinggal," kata Shinta di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Dia menambahkan, dengan tarif dan fasilitas yang tidak maksimal, industri padat karya Indonesia jadi tidak bergairah dan malah terancama tutup. Hal ini dinilai membuat tidak bisa bersaing dan berkompetisi untuk di kancah regional.

"Mereka, (Vietnam dan Bangladesh) itu sudah 0 tarif. Kalau kita kemungkinan ada spare 5-6% ya perbedaan tarif dengan mereka. Kalau ini dibiarkan terus, industri padat karya kita bisa terpuruk dan mereka harus tutup pabrik," pungkasnya.‎

Kerja sama perdagangan IEU CEPA memasuki babak baru ketika perundingan perdana kerja sama kedua belah pihak resmi digelar pada 20-21 September di Brussel, Belgia. Dalam perundingan tersebut ada langkah konkret untuk melanjutkan, memperdalam, dan memperluas hubungan strategis, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Sehingga target perundingan IEU-CEPA selesai dalam kurun waktu dua tahun dapat tercapai.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lewat IA-CEPA Indonesia...
Lewat IA-CEPA Indonesia Bidik Negara Dunia Ketiga
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Ada IK-CEPA, Transaksi...
Ada IK-CEPA, Transaksi Dagang dengan Korsel Ditarget Rp280 T di 2021
Ratifikasi Perjanjian...
Ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Kanada Tuntas Tahun Ini
Indonesia-Peru Tanda...
Indonesia-Peru Tanda Tangani IP CEPA, Prabowo: Perundingan Selesai Dalam Waktu Singkat
Wamendag Berharap Indonesia-EU...
Wamendag Berharap Indonesia-EU CEPA Bisa Rampung Tahun Ini
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
6 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
23 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
29 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
33 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved