Pemerintah Terlalu Banyak Impor Gula, Petani Tebu Terancam

Rabu, 28 September 2016 - 14:07 WIB
Pemerintah Terlalu Banyak...
Pemerintah Terlalu Banyak Impor Gula, Petani Tebu Terancam
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) setiap tahun selalu melakukan impor gula. Pembukaan keran impor ini dinilai oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melebihi kebutuhan.

Akibatnya, gula impor ini bocor ke pasar yang seharusnya di pasaran diisi produk gula dalam negeri. Akibatnya, kebocoran ini membuat petani tebu Indonesia terancam dan perlahan membunuh mereka.

"Kebocoran ini kami takutkan akan mengganggu gula tebu petani menjadi terganggu. Bisa membunuh mereka perlahan," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APTRI Arum Sabil di Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengisyaratkan bahwa‎ gula rafinasi akan disalurkan ke pasar untuk kebutuhan masyarakat. Hal ini karena Enggar menilai ada gula rafinasi berlebih antara gula yang diserap dan dipakai industri.‎

Arum menjelaskan, dari data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diperoleh data bahwa jumlah kebutuhan gula rafinasi untuk industri mencapai 2,9 juta ton pada 2016, sedangkan gula konsumsi mencapai 2,8 juta ton. A‎rtinya, kebutuhan nasional pada 2016 diperkirakan mencapai 5,7 juta ton gula.

"Data ini sebetulnya tidak relevan dan berlebihan. Karea rata-rata penduduk Indonesia menggunakan gula rafinasi 9 kg," kata dia.

Indonesia yang memiliki jumlah sebanyak 255 juta jiwa, maka kebutuhan gula rafinasi untuk industri sekitar 2,295 juta ton. Angka ini setara dengan gula yang digunakan rumah tangga dengan hitung-hitungan yang sama yakni 2,295 juta ton. Dengan total ini maka kebutuhan gula nasional mencapai 4,59 juta ton.

"Maka, ini ada selisih 11 juta ton gula. Jadi sisanya banyak, dan ini murni hanya untuk kepentingan impor saja," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
5 menit yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
14 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
51 menit yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
1 jam yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved