Peminat Asuransi Usaha Tani Masih Minim

Kamis, 29 September 2016 - 01:13 WIB
Peminat Asuransi Usaha...
Peminat Asuransi Usaha Tani Masih Minim
A A A
YOGYAKARTA - Program asuransi pertanian yang digagas oleh pemerintah nampaknya berjalan lamban. Sejak diluncurkan pertama kali pertengahan bulan Oktober tahun lalu, baru sekitar 100 kelompok tani yang menjadi peserta dari asuransi ini. Belum adanya kesadaran dari petani serta persyaratan yang agak berat dinilai membuat peserta asuransi ini agak minim.

(Baca Juga: Asuransi Usaha Tani Padi Naikkan Daya Saing Petani RI)

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Fauzi Nugroho mengatakan pihaknya terus mendorong kepada para petani untuk mengikutsertakan tanaman mereka ke dalam asuransi tersebut. Hal ini menurutnya akan membuat petani tidak lagi khawatir tanaman mereka akan rusak ketika terjadi serangan hama ataupun bencana alam.

Lebih lanjut dia meminta kepada PT Jasindo selaku perusahaan yang menyelenggarakan asuransi pertanian untuk meningkatkan sosialisasi sehingga literasi petani juga meningkat. "Sekarang mereka (Jasindo) kami ajak ke Mertelu, desa yang tertinggal di Gunungkidul dan belum ada warganya yang mengakses lembaga keuangan," ungkap Fauzi.

Sementara Staf PT Jasindo Nuri Ermawati mengungkapkan, produk asuransi usaha tani ini adalah sesuatu yang baru. Sehingga mereka juga harus penetrasi pasar lebih dalam lagi, meskipun sebenarnya Jasindo berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengenalkan produk asuransi ini kepada petani.

Dia menerangkan tujuan dari asuransi ini adalah untuk melindungi usaha pertanian yang dilakukan oleh para petani, saat seringkali tak bisa dipanen karena gangguan dari hama baik tikus, berbagai wereng dan hama lain. Juga serangan organisme pengganggu tanaman dan cuaca ekstrim ataupun bencana alam.

Untuk menjadi peserta dari Asuransi Usaha Tani ini, klaim yang dibayarkan sebesar Rp 180 ribu perhektare setiap musim tanam. Namun karena saat ini masih mendapatkan subsidi dari pemerintah, maka petani hanya membayar Rp 36 ribu untuk setiap hektare dalam satu musim tanam.

Nuri menambahkan, untuk petani yang menjadi peserta, mereka akan mendapatkan klaim sebesar Rp6 juta perhektare ketika tanaman mereka rusak yang diakibatkan oleh beberapa hal. Hanya saja, untuk mendapatkan klaim ganti rugi tersebut memang harus memenuhi persyaratan yaitu kerusakan minimal adalah 75% dari seluruh luas area tanaman yang diasuransikan.

Selama diluncurkan hampir setahun ini, dari 100 kelompok tani yang menjadi peserta, pihaknya baru mencairkan klaim untuk kelompok tani di Sayegan Sleman dan Kulonprogo. Total luas area padi yang rusak yang telah mendapatkan ganti rugi sebesar 10 hektare. Sebagian besar rusak karena serangan hama tikus yang memang banyak di daerah tersebut.

"Setelah pengajuan klaim kami akan melakukan klarifikasi bersama instansi terkait," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
35 menit yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
57 menit yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
2 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
3 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved