Wall Street Berakhir Menguat Terimbas Kesepakatan OPEC

Kamis, 29 September 2016 - 08:01 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Menguat Terimbas Kesepakatan OPEC
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir lebih tinggi setelah OPEC mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi minyak mentah dan memicu kenaikan harga minyak serta mengimbangi kegelisahan tentang persaingan ketat untuk capres Amerika Serikat (AS).

(Baca:OPEC Sepakat Batasi Produksi, Harga Minyak Dunia Meroket 6%)

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/9/2016), Inedeks Dow Jones Industrial Average naik 0,61% menjadi 18.339,24 poin, Indeks S&P 500 naik 0,53% menjadi 2.171,37, dan Nasdaq Composite menambahkan 0,24% ke level 5.318,55.

Indeks energi memiliki hari terbaik sejak Januari, naik 4,34% setelah sumber OPEC mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi minyaknya untuk pertama kalinya sejak 2008. Harga minyak juga tercatat naik hingga 6%.

Saham Chevron naik 3,20% dan Exxon Mobil naik 4,40%. Saham Caterpillar Inc, yang menjual alat-alat berat untuk perusahaan-perusahaan energi juga melonjak 4,48%.

Kemerosotan harga minyak telah menyebabkan penurunan laba dan kerugian bagi produsen energi AS untuk beberapa kuartal. Perusahaan energi pada Indeka S&P 500 rata-rata diharapkan untuk penurunan 66% pada pendapatan kuartal ketiga, menurut data Thomson Reuters.

"Sektor energi telah menjadi hambatan terbesar pada pendapatan untuk tahun terakhir dan setengah atau dua tahun, dan jika Anda bisa mendapatkan beberapa stabilitas di sana, semua dari laba tiba-tiba mulai terlihat jauh lebih baik," kata Mark Kepner, managing director di Perdagangan Themis di Chatham, New Jersey.

Saham AS membalikkan kerugian awal dan bergerak lebih tinggi menyusul berita dari perjanjian OPEC. Tujuh dari 11 sektor S & P lebih tinggi. Layanan telekomunikasi turun 1,04%, paling curam dari decliners.

Beberapa investor mengatakan bahwa kesepakatan minyak hanya akan memiliki dorongan harga minyak mentah, yang awal tahun ini mencapai posisi terendah dalam satu dekade.

Saham Nike turun 3,78% setelah perusahaan produsen sepatu ini membuay estimasi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Saham Paychex turun 4,60% setelah perusaahan menurunkan perkiraan keuntungan dalam setahun penuh.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
41 menit yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
2 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
2 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
3 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
4 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
5 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved