Surat Sri Mulyani ke DJP Apresiasi Tax Amnesty Periode I
Minggu, 02 Oktober 2016 - 14:17 WIB
Surat Sri Mulyani ke DJP Apresiasi Tax Amnesty Periode I
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tidak segan menulis surat kepada jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait pencapaian program pengampunan pajak atau tax amnesty pada periode pertama yang berakhir 30 September, kemarin. Dalam surat tersebut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku salut dengan kinerja DJP.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menjelankan tugas melayani masyarakat yang ingin menggunakan hak pengampunan pajak. Pagi, siang, malam, hingga dini hari terus menerus berganti giliran," ucap Sri Mulyani dalam suratnya yang ditulis sendiri, Minggu (2/10/2016).
(Baca Juga: Jokowi Umumkan Dana Tax Amnesty Capai Rp3.540 Triliun)
Menurutnya semua jajaran DJP ikut terjun menangani antusiasme masyarakat yang membludak, dengan penuh kesabaran, perhatian, senyum, semangat membantu, dan semangat untuk menunjukkan bahwa DJP adalah lembaga yang bisa dipercaya, disegani, dibutuhkan, dan dihormati oleh rakyat kita.
"Semoga hasil pencapaian tahap pertama, dan perhatian, serta dukungan dari rakyat, presiden, dan seluruh stakeholder pajak, dapat menjadi modal berharga bagi kita semua untuk membangun, mereformasi, dan memperbaiki DJP, agar semakin baik dan makin dpercaya sebagai tulang punggung Republik Indonesia. Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama Pengampunan Pajak dan kerja tim yang sangat baik," lanjutnya.
![Surat Sri Mulyani ke DJP Apresiasi Tax Amnesty Periode I]()
Seperti dijabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor DJP akhir pekan kemarin, menyatakan perolehan dana program tax amnesty mencapai Rp3.540 triliun, baik dari repatriasi maupun deklarasi. Sementara itu Sri Mulyani menerangkan pencapain tax amnesty merupakan upaya untuk memperbaiki rasio dan basis pajak.
"Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama pengampunan pajak dan kerja tim yang sangat baik. Saya sangat menghargai dan akan terus mendorong dan mendukung upaya kita bersama mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2016. Juga upaya kita mencapai perbaikan basis pajak dan tax ratio," terangnya.
"Kita juga harus terus membangun, menumbuhkan memperkuat dan menjaga budaya kepatuhan membayar pajak oleh masyarakat Indonesia. Untuk Indonesia yang adil dan makmur," tutup Sri Mulyani dalam suratnya per tanggal (30/9).
"Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menjelankan tugas melayani masyarakat yang ingin menggunakan hak pengampunan pajak. Pagi, siang, malam, hingga dini hari terus menerus berganti giliran," ucap Sri Mulyani dalam suratnya yang ditulis sendiri, Minggu (2/10/2016).
(Baca Juga: Jokowi Umumkan Dana Tax Amnesty Capai Rp3.540 Triliun)
Menurutnya semua jajaran DJP ikut terjun menangani antusiasme masyarakat yang membludak, dengan penuh kesabaran, perhatian, senyum, semangat membantu, dan semangat untuk menunjukkan bahwa DJP adalah lembaga yang bisa dipercaya, disegani, dibutuhkan, dan dihormati oleh rakyat kita.
"Semoga hasil pencapaian tahap pertama, dan perhatian, serta dukungan dari rakyat, presiden, dan seluruh stakeholder pajak, dapat menjadi modal berharga bagi kita semua untuk membangun, mereformasi, dan memperbaiki DJP, agar semakin baik dan makin dpercaya sebagai tulang punggung Republik Indonesia. Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama Pengampunan Pajak dan kerja tim yang sangat baik," lanjutnya.

Seperti dijabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor DJP akhir pekan kemarin, menyatakan perolehan dana program tax amnesty mencapai Rp3.540 triliun, baik dari repatriasi maupun deklarasi. Sementara itu Sri Mulyani menerangkan pencapain tax amnesty merupakan upaya untuk memperbaiki rasio dan basis pajak.
"Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama pengampunan pajak dan kerja tim yang sangat baik. Saya sangat menghargai dan akan terus mendorong dan mendukung upaya kita bersama mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2016. Juga upaya kita mencapai perbaikan basis pajak dan tax ratio," terangnya.
"Kita juga harus terus membangun, menumbuhkan memperkuat dan menjaga budaya kepatuhan membayar pajak oleh masyarakat Indonesia. Untuk Indonesia yang adil dan makmur," tutup Sri Mulyani dalam suratnya per tanggal (30/9).
(akr)
Lihat Juga :