Mendorong Industri Mebel RI ke Standar Global dengan Teknologi

Minggu, 02 Oktober 2016 - 16:25 WIB
Mendorong Industri Mebel...
Mendorong Industri Mebel RI ke Standar Global dengan Teknologi
A A A
JAKARTA - Kepercayaan pasar global kepada industri mebel Indonesia yang kuat dibuktikan lewat International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) and Woodworking Machinery Exhibition (WOODMAC). Lebih dari 250 perusahaan internasional dari 23 negara seperti Amerika Serikat, China, Taiwan dan Prancis ikut memamerkan teknologi terbaru untuk meningkatkan daya saing industri furnitur.

PT Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) selaku penyelenggaran pameran yang digelar beberapa waktu lalu itu menerangkan IFMAC dan WOODMAC 2016 akan memberikan solusi terbaik yang memungkinkan perusahaan mebel menghasilkan produk dengan kualitas tinggi sesuai dengan kemampuan kreatif yang unik dari desiner dan pengerajin indonesia.

Beragam mesin dengan performa tinggi dan canggih dipamerkan untuk meningkatkan operasi pengolahan kayu. Kategori produk yang ditampilkan antara lain mesin kayu dan mebel, aksesoris, alat dan komponen untuk perakitan, bahan baku untuk karya interior, perekat, alat pengampelas, cat, pelapis dan kebutuhan yang sesuai.

"Menonjolnya Indonesia sebagai salah satu eksportir mebel teratas di dunia didukung oleh pasar produsen yang dinamis dam terus-menerus menantang dirinya sendiri dengan menggunakan teknologi yang lebih baik untuk memodernisasi operasi bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu IFMAC & WOODMAC memenuhi kebutuhan industri dengan membawa pilihan mesin terbaik yang populer di pasar internasional," terang Direktur Wakeni Rini Sumardi di Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Lanjut dia menerangkan pameran ini juga mendapatkan dukungan secara eksklusif dari EUMABOIS, yakni sebuah organisasi industri mesin woodworking Eropa yang mempunyai kedudukan kuat sehingga dapat menggalang partisipasi yang lebih banyak dari negara Eropa.

Sementara itu Wakil Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, dengan besarnya basis pelanggan pasar domestik Indonesia, produsen mebel dan produsen kayu sudah mulai merasakan permintaan yang cepat sehingga membutuhkan pengerjaan yang tepat waktu.

"Teknologi modern yang efisien adalah aset utama yang dapat memberikan keunggulan kompetisi pada bisnis ini untuk memasok produk yang lebih baik dan lebih cepat," terangnya.

Didukung oleh beragam bahan baku dan berkembangnya sumber daya manusia, pemain lokal maupun internasional yang berinvestasi di industri mebel Indonesia dapat meningkatkan keuntungan dengan mengkolaborasikan teknologi dan pengetahuan untuk mengoptimalkan. Industri mebel dan woodworking di Indonesia sendiri ditargetkan dapat mencapai USD5 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan riset pasar Technavio (2016), pasar mebel global diharapkan dapat tumbuh dengan estimasi 4 % CAGR sampai akhir 2020. Diperkirakan negara-negara di wilayah APAC akan memimpin pasar mebel global dan akan memperhitungkan lebih dari sepertiga dari total pangsa pasar pada akhir 2015.

Hal ini didorong oleh pertumbuhan yang besar di segmen mebel perumahan di negara berkembang seperti India, China dan lainnya. Indonesia dengan populasi lebih dari 250 juta penduduk tidak dapat dipungkiri jadi pasar dan pengaruh yang kuat di pasar Asia Tenggara.

Sebagai informasi IFAMC & WOODMAC 2016 mendapatkan dukungan dari otoritas industri seperti Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, , Indonesia Sawmill and Woodworking Association (ISWA), Asosiasi Pengerajin Kecil Jepara (APKJ), Kamar Dagang Industri (KADIN) dan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

Asosiasi yang baru dibentuk Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) serta partner pameran yang juga berbagi usaha dalam memperkenalkan pemain mebel terbaik Indonesia kepada dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Dorong Transformasi,...
Dorong Transformasi, Nilai Ekspor Mebel dan Kerajinan Jepara Tembus Rp5 Triliun
AS Pasar Utama Ekspor...
AS Pasar Utama Ekspor Mebel Indonesia, Tarif Terbaru Trump Bisa Berdampak Buruk
HIMKI Ungkap Potensi...
HIMKI Ungkap Potensi Banten dalam Memperkuat Industri Mebel Nasional
Industri Mebel dan Kerajinan...
Industri Mebel dan Kerajinan Nasional Terpukul Regulasi Pemerintah
Ekspor Furnitur Indonesia...
Ekspor Furnitur Indonesia Masih Keok oleh Malaysia, Apalagi Vietnam
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
2 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
3 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
3 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved