Rupiah Siang Merangkak Naik, IHSG Kokoh
Senin, 03 Oktober 2016 - 12:33 WIB
Rupiah Siang Merangkak Naik, IHSG Kokoh
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang tercatat mulai merangkak naik menjauhi level Rp13.000/USD. Membaiknya mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kokoh di zona hijau.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp12.987/USD. Posisi ini lebih baik dari pembukaan tadi pagi maupun akhir pekan kemarin yang berakhir di level Rp13.047/USD dengan kisaran harian Rp12.961-Rp13.050/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg juga membaik ke posisi Rp12.997/USD. Pergerakan mata uang Garuda di awal pekan mengalami penguatan dari sebelumnya dan bergerak di kisaran level Rp12.991-Rp13.035/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah stagnan di level Rp13.010/USD. Posisi ini tercatat semakin menyusut sebesar 12 poin dari posisi sebelumnya di level Rp12.998/USD.
Di sisi lain bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I hari ini masih menguat, meski sedikit terkoreksi dibandingkan sesi pembukaan pagi tadi. IHSG siang bertambah 58,11 poin atau 1,08% ke level 5.422,92.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka naik 57,59 poin atau 1,07% ke level 5.422,39 pada saat mayoritas bursa Asia juga dibuka lebih tinggi. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup ambruk 1,24% atau 67,15 poin ke level 5.364,80.
Sektor saham dalam negeri secara keseluruhan masih berada pada tren positif. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan sebesar 2,54% diiringi aneka industri yang bertambah 2,28%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,72 triliun dengan 3,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp170,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp614,9 miliar, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp784,9 miliar. Tercatat 218 saham menguat, 95 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Sedangkan saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) serta PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK).
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp12.987/USD. Posisi ini lebih baik dari pembukaan tadi pagi maupun akhir pekan kemarin yang berakhir di level Rp13.047/USD dengan kisaran harian Rp12.961-Rp13.050/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg juga membaik ke posisi Rp12.997/USD. Pergerakan mata uang Garuda di awal pekan mengalami penguatan dari sebelumnya dan bergerak di kisaran level Rp12.991-Rp13.035/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah stagnan di level Rp13.010/USD. Posisi ini tercatat semakin menyusut sebesar 12 poin dari posisi sebelumnya di level Rp12.998/USD.
Di sisi lain bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I hari ini masih menguat, meski sedikit terkoreksi dibandingkan sesi pembukaan pagi tadi. IHSG siang bertambah 58,11 poin atau 1,08% ke level 5.422,92.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka naik 57,59 poin atau 1,07% ke level 5.422,39 pada saat mayoritas bursa Asia juga dibuka lebih tinggi. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup ambruk 1,24% atau 67,15 poin ke level 5.364,80.
Sektor saham dalam negeri secara keseluruhan masih berada pada tren positif. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan sebesar 2,54% diiringi aneka industri yang bertambah 2,28%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,72 triliun dengan 3,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp170,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp614,9 miliar, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp784,9 miliar. Tercatat 218 saham menguat, 95 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Sedangkan saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) serta PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK).
(akr)
Lihat Juga :