Bursa Jepang Naik, IHSG Berakhir Melesat ke Level 5.463
Senin, 03 Oktober 2016 - 16:44 WIB
Bursa Jepang Naik, IHSG Berakhir Melesat ke Level 5.463
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal bulan Oktober, berakhir menghijau dengan kenaikan sebesar 99,11 poin atau 1,85% ke level 5.463,92. Penguatan pasar saham Tanah Air di awal pekan hari ini mengiringi mayoritas bursa Asia yang juga menghijau.
Sementara pada perdagangan sesi siang, IHSG sempat terkoreksi, meski bertambah 58,11 poin atau 1,08% ke level 5.422,92. Pada pembukaan IHSG dibuka naik 57,59 poin atau 1,07% ke level 5.422,39, setelah kemarin ditutup ambruk 1,24% atau 67,15 poin ke level 5.364,80.
Seperti dilansir CNBC, Senin (3/10/2016) beberapa saham Asia berakhir lebih tinggi di awal pekan, saat indeks Nikkei Jepang bertambah 148,83 poin atau setara dengan 0,90% ke level 16.598,67. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga meningkat 1,23% atau 287,28 poin menuju level 23.584,43 ketika pasar saham Malaysia dan Korea Selatan libur.
Sementara bursa saham di daratan China juga ditutup untuk Golden Week saat pasar saham India mendapatkan tambahan, meskipun indeks manufaktur mengalami perlambatan pada Agustus. Indeks Nifty mengalami kenaikan sebesar 1,03% dan indeks Sensex meningkat 0,95%.
Sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore masih berada dalam jalur postif, tanpa satupun mengalami pelemahan. Penguatan tertinggi terjadi pada industri dasar yang naik 2,95%, diikuti sektor pertambangan yang meningkat 2,65%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,15 triliun dengan 7,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp492,3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,50 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,99 triliun. Tercatat 206 saham menguat, 114 saham melemah dan 85 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.675 menjadi Rp64.675, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) meningkat Rp300 menjadi Rp7.100 serta PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp175 menjadi Rp8.425.
Di sisi lain saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) menyusut Rp115 menjadi Rp1.060, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) berkurang Rp50 menjadi Rp6.900 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) turun Rp50 menjadi Rp2.200.
Sementara pada perdagangan sesi siang, IHSG sempat terkoreksi, meski bertambah 58,11 poin atau 1,08% ke level 5.422,92. Pada pembukaan IHSG dibuka naik 57,59 poin atau 1,07% ke level 5.422,39, setelah kemarin ditutup ambruk 1,24% atau 67,15 poin ke level 5.364,80.
Seperti dilansir CNBC, Senin (3/10/2016) beberapa saham Asia berakhir lebih tinggi di awal pekan, saat indeks Nikkei Jepang bertambah 148,83 poin atau setara dengan 0,90% ke level 16.598,67. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga meningkat 1,23% atau 287,28 poin menuju level 23.584,43 ketika pasar saham Malaysia dan Korea Selatan libur.
Sementara bursa saham di daratan China juga ditutup untuk Golden Week saat pasar saham India mendapatkan tambahan, meskipun indeks manufaktur mengalami perlambatan pada Agustus. Indeks Nifty mengalami kenaikan sebesar 1,03% dan indeks Sensex meningkat 0,95%.
Sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore masih berada dalam jalur postif, tanpa satupun mengalami pelemahan. Penguatan tertinggi terjadi pada industri dasar yang naik 2,95%, diikuti sektor pertambangan yang meningkat 2,65%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,15 triliun dengan 7,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp492,3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,50 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,99 triliun. Tercatat 206 saham menguat, 114 saham melemah dan 85 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.675 menjadi Rp64.675, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) meningkat Rp300 menjadi Rp7.100 serta PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp175 menjadi Rp8.425.
Di sisi lain saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) menyusut Rp115 menjadi Rp1.060, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) berkurang Rp50 menjadi Rp6.900 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) turun Rp50 menjadi Rp2.200.
(akr)
Lihat Juga :