Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD6/MMBTU

Selasa, 04 Oktober 2016 - 15:54 WIB
Jokowi Minta Harga Gas...
Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD6/MMBTU
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga gas industri diturunkan menjadi sekitar USD5 sampai USD6 per MMBTU. Hal ini agar produk yang dihasilkan industri di dalam negeri mampu berdaya saing dengan negara lain.

(Baca: Harga Gas Industri di Sumut Bisa di Bawah USD10)

Cara ini, kata dia, akan kembali memperkuat industri di Tanah Air. Tidak hanya meningkatkan produktivitas industri, namun juga semakin membuat mereka berdaya saing.

"Kita ingin agar industri kita menjadi industri kelas dunia yang disegani, kuat, tangguh yang juga kita ingin industri kita bisa ikut mensejahterakan rakyat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Jokowi mengatakan, harga gas industri di Indonesia masih jauh lebih tinggi dibanding negara lain di lingkungan ASEAN. Saat ini, harganya masih berada di angka USD9,5 per MMBTU. Bahkan, di beberapa wilayah masih ada yang mencapai USD11 hingga USD12 per MMBTU.

(Baca: Pembahasan Penurunan Harga Gas Industri Masih Alot)

"‎Sementara, harga di Vietnam misalnya hanya USD7, di Malaysia sekitar USD4, dan di Singapura USD4 per MMBTU. Padahal, negara kita mempunyai potensi cadangan gas bumi yang cukup banyak, sangat banyak. Dan sebaliknya negara tersebut baik Vietnam, Malaysia, Singapura ini dapat dikategorikan mengimpor gas bumi," imbuh dia.

Sebab itu, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, persoalan harga gas industri ini harus segera dibenahi karena berimplikasi terhadap kemampuan daya saing industri. Khususnya, industri yang menggunakan sumber daya gas seperti tekstil, petrokimia, pupuk, dan industri baja.

"Jangan sampai produk industri kita kalah bersaing hanya karena masalah harga gas kita yang terlalu mahal. Untuk itu, saya minta dilakukan langkah konkret agar harga gas kita lebih kompetitif," tuturnya.

Untuk menurunkan harga gas industri, kata Jokowi, diperlukan penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok sehingga lebih efisien. Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar harga gas tetap menarik untuk investor di sektor hulu serta mendukung pembangunan infrastruktur, transmisi, dan distribusi.

"Pertimbangkan pula aspek keberlanjutan di semua sisi, baik sisi investasi maupun sisi memperkuat daya saing industri kita. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan," tandas dia.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Harga Gas Murah Belum...
Harga Gas Murah Belum Terserap Maksimal, Menperin: Saya Juga Tak Mengerti
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
46 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved