Pelaku Industri Yakin Harga Gas Turun Jadi USD5/MMBTU

Kamis, 06 Oktober 2016 - 12:57 WIB
Pelaku Industri Yakin...
Pelaku Industri Yakin Harga Gas Turun Jadi USD5/MMBTU
A A A
JAKARTA - Pelaku industri yang tergabung dalam Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) yakin harga gas untuk industri akan turun menjadi USD5/MMBTU pada November 2016. Harga gas bisa turun karena landed cost atau biaya yang dikeluarkan hingga sampai ke pembeli sudah turun.

(Baca: Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD5/MMBTU)

Ketua FIPBG Achmad Saifun mengatakan, informasi turunnya landed cost tersebut diperoleh dari SKK Migas. Biaya di beberapa FSRU dilaporkan sudah turun dibanding 2014. "Dari SKK Migas, harga di FSRU Aru itu landed cost USD4/MMBTU. Sedangkan pada 2014 sebesar USD14-USD16/MMBTU," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Sementara, kata dia, landed cost di FSRU lain juga turun seperti di Lampung. Kemudian, rata-rata di tempat lainnya sudah berada di bawah USD5/MMBTU.

"FSRU Lampung USD3/MMBTU. Kemudian di depan kita sendiri di regasifikasi harga landed cost USD4/MMBTU," kata Saifun. (Baca: Jokowi Beri Waktu Satu Bulan Turunkan Harga Gas Industri)

Sebagai perbandingan, harga rata-rata gas industri di negara lain sudah berada di bawah USD5/MMBTU. Paling rendah berada di China yang hanya USD4,40/MMBTU.

"Jepang dan Korea USD4,55/MMBTU, China USD4,40/MMBTU, India USD4,50/MMBTU, ini per Mei 2016. Di Sumatera masih USD12,28/MMBTU rata-rata, Jatim USD8/MMBTU, Jabar USD9,18/MMBTU," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga gas industri diturunkan menjadi sekitar USD5 sampai USD6 per MMBTU. Hal ini agar produk yang dihasilkan industri di dalam negeri mampu berdaya saing dengan negara lain.

Cara ini, kata dia, akan kembali memperkuat industri di Tanah Air. Tidak hanya meningkatkan produktivitas industri, namun juga semakin membuat mereka berdaya saing.

"Kita ingin agar industri kita menjadi industri kelas dunia yang disegani, kuat, tangguh yang juga kita ingin industri kita bisa ikut mensejahterakan rakyat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IPGI Minta Pemerintah...
IPGI Minta Pemerintah Evaluasi Program Harga Gas Bumi Tertentu
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Pasokan Minim, Kadin...
Pasokan Minim, Kadin Desak Pemerintah Buka Keran Impor Gas Industri
Harga Gas Diatur, Pengamat:...
Harga Gas Diatur, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Makin Sulit
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
29 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved