Pertamina: Infrastruktur Gas RI Lebih Menyedihkan dari Malaysia

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 17:45 WIB
Pertamina: Infrastruktur...
Pertamina: Infrastruktur Gas RI Lebih Menyedihkan dari Malaysia
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa jumlah infrastruktur gas di Indonesia masih sangat minim. Bahkan, kondisinya jauh lebih menyedihkan dibanding infrastruktur gas di Malaysia.

Vice President LNG Pertamina Didik Sasongko Widi mengatakan, selama ini Indonesia terlalu terlena dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Buntutnya sehingga, lupa untuk mengembangkan infrastruktur gas.

"Infrastruktur kita saat ini dengan negara seperti Malaysia itu memang menyedihkan, yang lengkap itu infrastruktur BBM. Karena dari dulu kita manja dengan BBM. Baru beberapa tahun ini saja subsidi ditarik," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

(Baca Juga: Penyebab Harga Gas Industri Malaysia Lebih Murah dari Indonesia)

Idealnya, kata dia, infrastruktur gas dari utara ke selatan atau dari Aceh hingga Jawa Timur sudah tersambung seluruhnya. Sayangnya, hingga saat ini Indonesia masih kesulitan untuk membangunnya.

"Kalau China satu tahun bisa dibangun, di Indonesia technically bisa. Tapi begitu ada pembangunan apa didukung masyarakat?," tutur dia.

Menurutnya, karakter masyarakat Indonesia hanya bisa mengeluh pasokan gas minim. Namun, saat Pertamina mencoba membangun pipa gas justru mendapat penolakan dari masyarakat.

Bahkan, sambungnya, membangun pipa gas di Indonesia sama mahalnya dengan membangun pipa gas di Ginza, Tokyo. Padahal, harga tanah di Indonesia jauh lebih murah dibanding harga tanah di pusat distrik Negeri Sakura tersebut.

"Itu daerah tanah yang paling mahal di Tokyo. Kita bangun pipa 10 kilometer (km) itu lebih mahal dari luar negeri. (Harga gas) disuruh murah, tapi disuruh pakai produksi dalam negeri. Itu lebih mahal 20%. Belum lagi kualitasnya jelek. Jadi banyak masalahnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Harga Gas Diatur, Pengamat:...
Harga Gas Diatur, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Makin Sulit
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
1 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
2 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
2 jam yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
2 jam yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
2 jam yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved