Jeda Siang: IHSG Melemah 4,46 Poin, Rupiah Berjaya 32 Poin
Senin, 10 Oktober 2016 - 12:37 WIB
Jeda Siang: IHSG Melemah 4,46 Poin, Rupiah Berjaya 32 Poin
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Senin (10/10/2016) kembali melemah tipis, indeks turun 4,46 poin atau 0,08% ke level 5.372,69.
Sebelumnya pagi tadi IHSG dibuka melemah 6,15 poin atau 0,11% ke posisi 5.371. Pelemahan indeks disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas. Selain itu investor masih terus mencermati debat kedua Capres AS.
Dan dibursa, dari 363 saham yang diperdagangkan, sebanyak 145 saham naik, 120 saham melemah dan 98 tetap. Sektor pertambangan memimpin penguatan dengan naik 0,96% disebabkan naiknya harga komoditas. Disusul oleh sektor aneka industri yang bertambah 0,83%. Sementara sektor saham lainnya terpantau negatif.
Adapun nilai transaksi saham mencapai Rp4,27 triliun dari 9,32 miliar saham yang perdagangkan. Sementara transaksi bersih asing mencapai Rp2 triliun, dimana aksi beli asing mencapai Rp2,56 triliun berbanding aksi jual asing Rp559 miliar.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah pada sesi I perdagangan Senin (10/10/2016) terpantau menguat 0,25% atau 32 poin ke Rp12.957 per USD pada pukul 12.05 WIB. Sebelumnya nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka bertambah 27 poin atau 0,21% ke posisi Rp12.962/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Senin (10/10) dibuka ke posisi Rp12.961/USD. Sebelumnya pekan lalu, rupiah berakhir di posisi Rp13.010/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang Garuda pada Senin (10/10) ditetapkan Rp12.969/USD, atau terapresiasi 33 poin dari posisi Rp13.002/USD pada Jumat (7/10).
Sebelumnya pagi tadi IHSG dibuka melemah 6,15 poin atau 0,11% ke posisi 5.371. Pelemahan indeks disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas. Selain itu investor masih terus mencermati debat kedua Capres AS.
Dan dibursa, dari 363 saham yang diperdagangkan, sebanyak 145 saham naik, 120 saham melemah dan 98 tetap. Sektor pertambangan memimpin penguatan dengan naik 0,96% disebabkan naiknya harga komoditas. Disusul oleh sektor aneka industri yang bertambah 0,83%. Sementara sektor saham lainnya terpantau negatif.
Adapun nilai transaksi saham mencapai Rp4,27 triliun dari 9,32 miliar saham yang perdagangkan. Sementara transaksi bersih asing mencapai Rp2 triliun, dimana aksi beli asing mencapai Rp2,56 triliun berbanding aksi jual asing Rp559 miliar.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah pada sesi I perdagangan Senin (10/10/2016) terpantau menguat 0,25% atau 32 poin ke Rp12.957 per USD pada pukul 12.05 WIB. Sebelumnya nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka bertambah 27 poin atau 0,21% ke posisi Rp12.962/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Senin (10/10) dibuka ke posisi Rp12.961/USD. Sebelumnya pekan lalu, rupiah berakhir di posisi Rp13.010/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang Garuda pada Senin (10/10) ditetapkan Rp12.969/USD, atau terapresiasi 33 poin dari posisi Rp13.002/USD pada Jumat (7/10).
(ven)
Lihat Juga :