Oleh-oleh Sri Mulyani Usai Pertemuan Bank Dunia dan IMF di AS

Rabu, 12 Oktober 2016 - 14:23 WIB
Oleh-oleh Sri Mulyani...
Oleh-oleh Sri Mulyani Usai Pertemuan Bank Dunia dan IMF di AS
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pagi ini baru saja kembali dari Washington DC, Amerika Serikat (AS) setelah menghadiri pertemuan tahunan dengan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Sri Mulyani membawa beberapa poin yang dibahas dalam forum tersebut.

Forum yang dihadiri 25 gubernur dan menteri ekonomi, serta 189 negara perwakilan ini berlangsung mulai 4-9 Oktober 2016. Dia memanfaatkan kesempatan pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF 2016 ini untuk menjelaskan kepada masyarakat internasional tentang penerapan UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak di Indonesia.

"Saya menjelaskan kepada mereka bahwa kebijakan ini adalah upaya pemerintah memperbaiki data perpajakan dan memperluas basis pajak Indonesia," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Poin berikutnya yang dibahas yakni penekanan sejumlah agenda pembangunan global yang menjadi prioritas ke depan. Antara lain pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, transformasi ekonomi, pendanaan perubahan iklim, bencana alam, migrasi dan pengungsu, kesetaraan gender dalam bidang ekonomi, urbanisasi dan perubahan demografi.

"Berikutnya, DC (Development Commite-DC) juga membahas kebutuhan pendanaan investasi di bidang infrastruktur yang berkualitas serta investasi di bidang usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai bagian dari dukungan kepada pembangunan inklusif," tuturnya.

DC juga membahas soal International Development Association (IDA) 18 replenisment sebagai kunci untuk mencapai agenda SDG 2030. Dalam hal ini, DC menyepakati agar penggunaan dana IDA dapat diprioritaskan kepada pemenuhan kebutuhan pendanaan pembangunan di negara-negara berpendapatan rendah dan negara yang sedang konflik kemanusiaan.

"Selain itu, saya juga diundang dalam pertemuan IMFC yang memabahas berbagai respons kebijakan terkait komitmen global untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkesinambungan, inklusif dan seimbang," imbuhnya.

Dalam pertemuan itu juga dilaksanakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggota G20. Pertemuan ini membahas perkembangan ekonomi global terakhir, terutama rendahnya pertumbuhan dan ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, juga dibicarakan mengenai penguatan kerja sama perpajakan internasional dan mendorong implementasi base erosion and profit shifting (BEPS).

Tidak hanya BEPS, namun juga peran Financial Action Task Force (FATF) dalam menangani isu pemanfaatan kepemilikan untuk mengejar keuntungan dengan menghindari kewajiban membayar, serta upaya memerangi kejahatan pencucian uang dan pembiayaan terorisme.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Sri Mulyani Guyur Rp5...
Sri Mulyani Guyur Rp5 Triliun untuk Jamin Kredit UMKM
Sri Mulyani Izinkan...
Sri Mulyani Izinkan Pegawainya Dinas Luar Kota dengan Syarat
Sri Mulyani Berencana...
Sri Mulyani Berencana Beri Bantuan Usaha ke Pedagang Bakso
Sri Mulyani Tunda Terbitkan...
Sri Mulyani Tunda Terbitkan Pandemic Bonds
Sri Mulyani Bakal Pelototin...
Sri Mulyani Bakal Pelototin Penggunaan Anggaran Dana Desa
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
26 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
42 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved