IHSG Hari Ini Bergerak Mencoba Menguat
Kamis, 13 Oktober 2016 - 08:34 WIB
IHSG Hari Ini Bergerak Mencoba Menguat
A
A
A
JAKARTA - Bursa saham Asia ditutup terkoreksi setelah sebelumnya bergerak konsolidasi. Produsen energi mentah dan sektor properti memimpin tekanan aksi jual seiring terkoreksinya harga komoditas. Indeks saham Hang Seng tertekan pada hari ketiga dimana Bank of China dan Bank of Communications tertekan di bawah 2,5%.
Dan Indeks saham jepang terpangkas hingga 1% disaat investor lebih memperhatikan prospek Yen guna memproyeksikan aktifitas ekspor hingga akhir tahun, meskipun data machinery orders rilis tumbuh di atas ekspektasi 11.6% dari 5.2%.
Sementara itu, IHSG terkoreksi 17.39 poin sebesar 0.32% di level 5364.61 dengan pergerakan sektoral yang mixed, dimana sektor konsumer yang memimpin pelemahan hingga -0.81%. Sedangkan sektor properti menguat 0.75%. Investor asing kembali melakukan aksi jual cukup tinggi sebesar Rp962,97 miliar.
Bursa Eropa dibuka pada zona negatif dengan pergerakan terkonsolidasi dihantui drama fluktuatifnya poundsterling, setelah Perdana Menteri Theresa May diberi izin memberikan suara pada rencana untuk menarik U.K keluar dari Uni Eropa, yang dimana investor mengkhawatirkan pendekatan garis keras untuk negosiasi yang akan diambilnya.
Sentimen ekonomi selanjutnya akan datang dari China diantarnya FDI, tingkat pinjaman baru di China, aktifitas ekspor impor dan suplai uang akan menjadi fokus investor.
Mencermati faktor tersebut, Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan hari ini IHSG secara teknikal bergerak cenderung flat disaat peluang whipsaw cukup kuat. Indikator stochastic dan RSI sebagai pendeteksi pergerakan momentumnya cukup positif dimana stochastic yang berada pada area jenuh jual berpola golden-cross dengan signal momentum cukup positif.
Lanjar memperkirakan IHSG pada Kamis (13/10/2016) akan bergerak mencoba menguat pada rentan support resistance 5.325-5.430. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ANTM, BBNI, BMRI, INCO, KRAS, MAPI, PGAS, SMCB, TLKM, GGRM, SCMA.
Dan Indeks saham jepang terpangkas hingga 1% disaat investor lebih memperhatikan prospek Yen guna memproyeksikan aktifitas ekspor hingga akhir tahun, meskipun data machinery orders rilis tumbuh di atas ekspektasi 11.6% dari 5.2%.
Sementara itu, IHSG terkoreksi 17.39 poin sebesar 0.32% di level 5364.61 dengan pergerakan sektoral yang mixed, dimana sektor konsumer yang memimpin pelemahan hingga -0.81%. Sedangkan sektor properti menguat 0.75%. Investor asing kembali melakukan aksi jual cukup tinggi sebesar Rp962,97 miliar.
Bursa Eropa dibuka pada zona negatif dengan pergerakan terkonsolidasi dihantui drama fluktuatifnya poundsterling, setelah Perdana Menteri Theresa May diberi izin memberikan suara pada rencana untuk menarik U.K keluar dari Uni Eropa, yang dimana investor mengkhawatirkan pendekatan garis keras untuk negosiasi yang akan diambilnya.
Sentimen ekonomi selanjutnya akan datang dari China diantarnya FDI, tingkat pinjaman baru di China, aktifitas ekspor impor dan suplai uang akan menjadi fokus investor.
Mencermati faktor tersebut, Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan hari ini IHSG secara teknikal bergerak cenderung flat disaat peluang whipsaw cukup kuat. Indikator stochastic dan RSI sebagai pendeteksi pergerakan momentumnya cukup positif dimana stochastic yang berada pada area jenuh jual berpola golden-cross dengan signal momentum cukup positif.
Lanjar memperkirakan IHSG pada Kamis (13/10/2016) akan bergerak mencoba menguat pada rentan support resistance 5.325-5.430. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ANTM, BBNI, BMRI, INCO, KRAS, MAPI, PGAS, SMCB, TLKM, GGRM, SCMA.
(ven)
Lihat Juga :