Jeda Siang, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
Kamis, 13 Oktober 2016 - 12:26 WIB
Jeda Siang, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Kamis (13/10/2016) terpantau berbalik melemah 8,58 poin atau 0,16% ke level 5.356,03.
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 5,70 poin atau 0,11% ke posisi 5.370,31. Hingga perdagangan siang ini, indeks bergerak di range 5.350,02-5.384,56.
Dari total 353 saham yang diperdagangkan, 119 menguat, 139 melemah dan 95 tetap. Mayoritas sektor saham mengalami tekanan, dengan aneka industri terperosok hingga -2,02%. Hanya dua sektor saham yang positif yaitu sektor infrastruktur yang naik 0,57% dan konsumer 0,22%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp2,788 triliun dari 4,209 miliar saham yang diperdagangkan. Dan transaksi bersih asing minus Rp246 miliar dengan aksi jual asing Rp928 miliar dan aksi beli asing Rp682 miliar.
Melemahnya indeks karena pasar sedang menunggu laporan kinerja emiten kuartal III 2016. Seiring itu, mengikuti pergerakan bursa Asia yang juga tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika.
Para investor sedang menunggu risalah pertemuan The Fed pada September 2016 lalu, yang akan diumumkan pada Rabu waktu AS atau Kamis waktu Indonesia.
Sementara itu nilai tukar rupiah di pasar spot terhadap dolar AS (USD) pada sesi I ini, semakin melemah 0,22% atau 28 poin ke Rp13.046/USD.
Sebelumnya rupiah dibuka di pasar spot di level Rp13.032/USD. Dan indeks Bloomberg mencatat mata uang Garuda bergerak terus melemah ingga jatuh 31 poin atau 0,24% ke posisi Rp13.049/USD
Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia dibuka Rp13.028/USD pada Kamis (13/10/2016). Posisi tersebut, rupiah dibuka terdepresiasi 5 poin atau 0,03% dibanding Rabu kemarin yaitu Rp13.023/USD. Pelemahan terjadi saat kurs Asia cenderung tertekan terhadap USD siang ini.
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 5,70 poin atau 0,11% ke posisi 5.370,31. Hingga perdagangan siang ini, indeks bergerak di range 5.350,02-5.384,56.
Dari total 353 saham yang diperdagangkan, 119 menguat, 139 melemah dan 95 tetap. Mayoritas sektor saham mengalami tekanan, dengan aneka industri terperosok hingga -2,02%. Hanya dua sektor saham yang positif yaitu sektor infrastruktur yang naik 0,57% dan konsumer 0,22%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp2,788 triliun dari 4,209 miliar saham yang diperdagangkan. Dan transaksi bersih asing minus Rp246 miliar dengan aksi jual asing Rp928 miliar dan aksi beli asing Rp682 miliar.
Melemahnya indeks karena pasar sedang menunggu laporan kinerja emiten kuartal III 2016. Seiring itu, mengikuti pergerakan bursa Asia yang juga tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika.
Para investor sedang menunggu risalah pertemuan The Fed pada September 2016 lalu, yang akan diumumkan pada Rabu waktu AS atau Kamis waktu Indonesia.
Sementara itu nilai tukar rupiah di pasar spot terhadap dolar AS (USD) pada sesi I ini, semakin melemah 0,22% atau 28 poin ke Rp13.046/USD.
Sebelumnya rupiah dibuka di pasar spot di level Rp13.032/USD. Dan indeks Bloomberg mencatat mata uang Garuda bergerak terus melemah ingga jatuh 31 poin atau 0,24% ke posisi Rp13.049/USD
Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia dibuka Rp13.028/USD pada Kamis (13/10/2016). Posisi tersebut, rupiah dibuka terdepresiasi 5 poin atau 0,03% dibanding Rabu kemarin yaitu Rp13.023/USD. Pelemahan terjadi saat kurs Asia cenderung tertekan terhadap USD siang ini.
(ven)
Lihat Juga :