INDEF: Indonesia Seharusnya Dapat Rating Layak Investasi

Kamis, 13 Oktober 2016 - 16:06 WIB
INDEF: Indonesia Seharusnya...
INDEF: Indonesia Seharusnya Dapat Rating Layak Investasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan seharusnya Indonesia memperoleh peringkat rating investasi lebih baik bahkan naik kelas menjadi layak investasi oleh Standard and Poor's (S&P).

Aviliani beralasan adanya pelaksanaan tax amnesty, dimana periode pertama berjalan sukses, membuat Indonesia berhasil mendapatkan indikator ekonomi yang cukup besar dan berada di jalur yang tepat.

Pendapat ini disampaikan menyusul pernyataan S&P yang menetapkan Indonesia sebagai negara yang belum layak investasi. Hal yang juga membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani sewaktu kunjungannya ke Washington DC, AS, pekan lalu, berbicara kepada S&P tentang apa saja yang sudah dilakukan Indonesia dalam memperbaiki rating investasi.

"Mestinya dalam peringkat investasi, kita bisa lebih baik. Sebab kita sudah menjalankan tax amnesty. Itu indikator yang cukup besar bahkan dengan adanya pemotongan anggaran, kredibilitas pembangunan kita jadi lebih baik," kata Aviliani di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Ia pun menilai sudah saatnya S&P memperbaiki rating investasi Indonesia, karena memang sudah ada keputusan kebijakan lanjutan. "Karena kalau tidak, dana yang lebih bisa membuat bubble ekonomi. Harus masuk ke pasar modal dan sektor riil," ujarnya.

Ia pun mencontohkan bisa masuk ke DIRE (Dana Investasi Real Estat), namun sayangnya perusahaan DIRE tidak banyak. Juga bisa masuk instrumen lainnya yang musti dipikirkan. Sektor infrastruktur, kata Aviliani, memiliki peluang.

Untuk sektor pasar modal, menurut Aviliani, harus diberi insentif, mengingat suku bunga saat ini sedang turun."Maka pemanfaatan investasi seharusnya bisa lebih tinggi dan harus didukung sektor keuangan dan sektor riil. Itulah yang sebetulnya yang saya sorot, kita sukses di amnesti pajak tapi bagaimana caranya kita manfaatkan uang tebusan itu digunakan ke sektor-sektor yang produktif," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Cagub Pramono Janji...
Cagub Pramono Janji Berikan Modal dan Perbaikan Infrastruktur Pasar Tradisional
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
35 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
49 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
1 jam yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
1 jam yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved