Wajah Ekonomi Inggris Diprediksi Melemah Berkepanjangan

Senin, 17 Oktober 2016 - 11:44 WIB
Wajah Ekonomi Inggris...
Wajah Ekonomi Inggris Diprediksi Melemah Berkepanjangan
A A A
LONDON - Perekonomian Inggris diperkirakan masih akan menjalani periode pelemahan yang berkepanjangan, ketika pertumbuhan melemah dipengaruhi perlambatan sektor konsumen serta penurunan investasi bisnis. Menurut laporan Ernst and Young Item Club diprediksi ekonomi akan tumbuh 1,9% tahun ini saat inflasi bakal meningkat.

Dilansir BBC, Senin (17/10/2016) Ernst and Young menerangkan stabilitas ekonomi yang diklaim beberapa pihak sejak keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE) alias Brexit pada Juni lalu, dianggap menipu. Sementara itu seorang pejabat senior Bank of England (BoE) menerangkan bahwa inflasi dapat melampaui target 2%.

Sementara Wakil Gubernur BoE Ben Broadbent mengatakan, bahwa pelemahan poundsterling akan menjadi bahan bakar inflasi, tetapi pengendalian harga dengan pengetatan kebijakan moneterdapat menekan pertumbuhan serta sektor ketenagakerjaan. Dilema yang dihadapi para pembuat kebijakan itu digarisbawahi dalam laporan Item Club.

Diharapkan inflasi dapat melompat ke level 2,6% tahun depan, sebelum mereda kembali ke posisi 1,8% pada 2018. Hal ini menurutnya akan menyebabkan pertumbuhan konsumen melambat dari yang diharapkan 2,5% menuju 0,5% pada 2017 dan setelahnya ke level 0,9%.

Investasi bisnis diperkirakan juga akan jatuh akibat ketidakpastian terkait masa depan Brexit dalam hubungan perdagangan dengan Uni Eropa, yang menurut Ernst and Young bakal merosot 1,5% tahun ini serta lebih dari 2% di 2017, mendatang. EY memprediksi pelemahan sektor konsumen dan jatuhnya investasi akan menyebabkan pertumbuhan PDB Inggris turun tajam 0,8% tahun berikutnya sebelum melebar menjadi 1,4% pada 2018.

Sektor Rentan

Ketua Penasehat Ekonomi EY Item Club Peter Spencer mengatakan, ekonomi yang sejauh ini terlihat berjalan setelah Brexit dinilai hanya tipuan. "Kinerja poundsterling goyah bulan ini, untuk jadi pengingat tantangan ke depannya. Inflasi kembali akan menekan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga," sambungnya.

"Tekanan pada sektor konsumen dan pendekatan yang berhati-hati untuk bisnis berarti bahwa Inggris sedang menghadapi periode pertumbuhan yang relatif rendah," lanjut Spencer.

Laporan mengatakan eksportir akan mendapatkan keuntungan dari depresiasi poundsterling yang pekan lalu jatuh terhadap beberapa mata uang utama. Ekspor diyakini bakal meningkat 4,5% pada 2017 dan 5,6% di 2018 menurut ramalan EY.

Namun Spencer tidak terlalu berharap dapat mengimbangi perlambatan yang bakal meluas. "Dengan kegiatan di pasar domestik yang cenderung mendatar, pertumbuhan PSDB akan bergantung pada ekspor tahun depan," paparnya.

Konsekuensi


"Tapi setelah Inggris meninggalkan UE, beberapa sektor seperti penerbangan, otomotif dan bahan kimia akan jauh lebih rentan dan mungkin perlu didukung oleh subsidi dan kebijakan industri yang lebih kuat," terang dia.

Sementara pekan lalu, Gubernur Bank Of England Mark Carney mengatakan membiarkan target inflasi kita 2% kemungkinan akan memberikan konsekuensi yang tidak terduga ke ekonomi. "Kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mencapai target dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti pertumbuhan lebih rendah dan pengangguran tinggi," jelas Carney.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
39 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved