Rupiah Masih Lesu, IHSG Siang Ini Balik Menghijau
Senin, 17 Oktober 2016 - 12:35 WIB
Rupiah Masih Lesu, IHSG Siang Ini Balik Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini masih tercatat melemah, melanjutkan pelemahan pembukaan tadi pagi. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.057/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat melemah dibanding sebelumnya yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran level Rp13.050-Rp13.073/USD. Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.047/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini berada di level Rp13.033/USD atau membaik dibanding pentupan sebelumnya di level Rp13.042/USD. Siang ini rupiah berada di kisaran Rp13.030-Rp13.057/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini balik menguat setelah pada tadi pagi dibuka melemah. Bursa saham Tanah Air siang ini menguat 17,71 poin atau 0,33% ke level 5.417,59.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 7,38 poin atau 0,14% ke level 5.392,51 dan pada perdagangan akhir pekan kemarin IHSG ditutup bertambah 59,48 poin atau 1,11% ke level 5.399,88.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur positif, hanya sektor properti yang melemah 0,32%. Sementara sektor yang menguat adalah pertambangan yang naik 2,15% disusul sektor perkebunan yang menguat 1,79%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,60 triliun dengan 4,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp621,63 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,57 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp953,58 triliun. Tercatat 162 saham menguat, 121 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT BISI International Tbk (BISI), PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Sementara, saham-saham yang melamah di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Polaris Investama Tbk (PLAS).
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.057/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat melemah dibanding sebelumnya yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran level Rp13.050-Rp13.073/USD. Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.047/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini berada di level Rp13.033/USD atau membaik dibanding pentupan sebelumnya di level Rp13.042/USD. Siang ini rupiah berada di kisaran Rp13.030-Rp13.057/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini balik menguat setelah pada tadi pagi dibuka melemah. Bursa saham Tanah Air siang ini menguat 17,71 poin atau 0,33% ke level 5.417,59.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 7,38 poin atau 0,14% ke level 5.392,51 dan pada perdagangan akhir pekan kemarin IHSG ditutup bertambah 59,48 poin atau 1,11% ke level 5.399,88.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur positif, hanya sektor properti yang melemah 0,32%. Sementara sektor yang menguat adalah pertambangan yang naik 2,15% disusul sektor perkebunan yang menguat 1,79%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,60 triliun dengan 4,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp621,63 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,57 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp953,58 triliun. Tercatat 162 saham menguat, 121 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT BISI International Tbk (BISI), PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Sementara, saham-saham yang melamah di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Polaris Investama Tbk (PLAS).
(izz)
Lihat Juga :