Bantu Perekonomian, Thamrin City Fokuskan ke UMKM

Selasa, 18 Oktober 2016 - 20:36 WIB
Bantu Perekonomian,...
Bantu Perekonomian, Thamrin City Fokuskan ke UMKM
A A A
JAKARTA - Jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia kian menunjukkan tren meningkat. Keberadaan pusat perbelanjaan yang memberi wadah bagi pelaku UMKM pun sangat dibutuhkan guna menunjang perkembangan bisnis ini.

Salah satu pusat perbelanjaan yang fokus pada UMKM adalah TM Thamrin City. Mereka banyak membuka kios bagi pelaku usaha UMKM yang umumnya perempuan. Sebelumnya kebanyakan mereka bekerja sebagai karyawati.

"Pedagang bagi kami mitra yang sangat penting. Mereka kami bina dan dukung dengan berbagai promosi dan mendatangkan disainer kondang untuk konsultasi. Awalnya mereka coba-coba, akhirnya memilih berjualan di sini daripada menjadi karyawati," ujar AVP Marketing Trade TM Agung Podomoro Ho Mely Surjani yang membawahi TM Thamrin City di Jakarta Selasa (18/10/2016).

Contoh sukses tersebut salah satunya Dewi Yuniarti, yang sudah bergabung di TM Thamrin City sejak 2010. Dirinya memilih resign dari perusahaannya untuk fokus pada fashion modern yaitu menjual brokat yang umumnya digunakan untuk acara acara resmi seperti pernikahan, di zona Ladies Market.

Wanita yang biasa dipanggil Noni menggunakan namanya untuk memperkenalkan kiosnya yaitu Butik Noni. Salah satu kiosnya terletak di Lantai D TM Thamrin City. Dia mengungkapkan, awalnya dia hanya memiliki satu unit kios, saat ini sudah memiliki empat butik dan berencana menambah satu butik dalam waktu dekat. Dengan karyawan mencapai 15 orang, dia melayani rata-rata 100 pengunjung per hari. Dia mengungkapkan kebanyakan pengunjung yang datang berusia 25 hingga 40 tahun.

Secara nasional, jumlah pelaku usaha industri UMKM Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya, terutama sejak tahun 2014. Diperkirakan tahun 2016, jumlah pelaku UMKM di Indonesia akan terus tumbuh. Saat ini populasi penduduk dengan usia produktif lebih banyak daripada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Hal ini memicu khususnya para pemuda untuk menciptakan peluangnya sendiri dengan membuka bisnis. Sebagian besar tergolong sebagai pelaku usaha sektor UMKM.

Pemerintah menyatakan UMKM yang memiliki daya tahan tinggi akan mampu menopang perekonomian negara. Bahkan sudah terbukti saat terjadi krisis moneter 1998 dan krisis global. UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN. Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah UMKM dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 51,7-97,2%. Oleh karena itu, kerja sama untuk pengembangan dan ketahanan UMKM perlu diutamakan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Manfaatkan Subsidi PPN...
Manfaatkan Subsidi PPN DTP 50%, Podomoro City Deli Medan Tawarkan Kondominium dan Apartemen Premium
Bukit Podomoro Jakarta...
Bukit Podomoro Jakarta Resmikan Show Unit Berspesifikasi Tinggi dan Berkualitas
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Properti di Kota Besar...
Properti di Kota Besar Jadi Idola, APLN Bidik Kelas Menengah Jakarta
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
2 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
3 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
4 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved