Jawa Timur Targetkan Investor Pasar Modal Tumbuh 5%

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 00:48 WIB
Jawa Timur Targetkan...
Jawa Timur Targetkan Investor Pasar Modal Tumbuh 5%
A A A
SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2017 mendatang, menargetkan jumlah investor pasar modal di Jawa Timur (Jatim) naik hingga 5% dari jumlah penduduk Jatim sebanyak 38 juta jiwa. Saat ini, dari populasi penduduk Jatim, hanya 63.000 atau baru 1% yang berinvestasi di pasar modal.

Kepala OJK Kantor Regional 4 Jatim, Sukamto mengaku, pihaknya terus berupaya ada penambahan investor baru di pasar modal. Salah satunya dengan memperkuat literasi dan inklusi. Literasi diperlukan agar masyarakat paham tentang pasar modal. Sedangkan inklusi adalah instrumen serta fasilitas yang disediakan di pasar keuangan tersebut. “Dengan literasi dan inklusi, kami harapkan dalam jangka waktu setahun ke depan, jumlah investor di pasar modal terus bertumbuh,” katanya, Kamis (20/10/2016).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya menambahkan, budaya masyarakat tentang pasar modal di Indonesia, khususnya Jatim masih sangat minim. Masyarakat lebih memilih menyimpan dana mereka di bank atau di rumah. Padahal menyimpan uang, baik itu di bank atau bahkan di rumah, kurang begitu menguntungkan. Apalagi di simpan di rumah, tentu saja resiko uang hilang sangat tinggi.

“Sesuai dengan data yang dihimpun BEI, investasi di pasar modal khususnya di saham lebih menguntungkan dibanding instrumen investasi lain seperti emas atau deposito,” terangnya.

Dia menjelaskan, rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar modal selama 10 tahun terakhir sebesar 21,18% per bulan. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata suku bunga deposito perbankan selama 10 tahun terakhir yang hanya sebesar 7,47% per bulan. Begitu pula dengan rata-rata investasi emas yang mendapat imbal investasi sebesar 10,02 per bulan. Selain itu, resiko di pasar modal dapat dipelajari.

“Sarana penunjang keamanan investor juga terus dikembangkan BEI, KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia) dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia),” ujarnya.

Head of Education and Information BEI Area 2, Nur Harjantie mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan jumlah investor pasar modal di Jatim sangat rendah. Salah satunya anggapan bahwa investasi di pasar modal butuh dana besar. Perdagangan di pasar modal dalam satuan round lot biasanya 500 lembar.

Namun, agar lebih bisa dijangkau masyarakat, maka ke depan akan diubah satu lot menjadi 100 lembar. “Dengan adanya perubahan lot tersebut, kami berharap bisa menarik sebanyak mungkin investor baru. Terutama dari kalangan mahasiswa,” katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK: Kondisi Pasar Modal...
OJK: Kondisi Pasar Modal RI Berangsur Membaik
OJK Optimistis Penghimpunan...
OJK Optimistis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp200 Triliun
Ketua OJK Ngaku Tahu...
Ketua OJK Ngaku Tahu Kabar Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman dari Youtube
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Resmi! Batas Modal Disetor...
Resmi! Batas Modal Disetor untuk Bursa Efek Naik Tinggi
OJK Siapkan Kebijakan...
OJK Siapkan Kebijakan Strategis Genjot Pasar Modal Tahun Depan
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
3 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
3 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
3 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
4 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
4 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved