ISEF Dapat Kembangkan Keuangan Syariah di Indonesia

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 19:12 WIB
ISEF Dapat Kembangkan...
ISEF Dapat Kembangkan Keuangan Syariah di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kendati Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun industri keuangan syariah negeri ini masih tertinggal dari negara tetangga, Malaysia. Untuk meningkatkan keuangan syariah, Bank Indonesia berencana menghelat Indonesia Shari'a Economic Forum (ISEF) di Surabaya, Jawa Timur pada 25-30 Oktober 2016.

Agenda ISEF diantaranya mempromosikan dan mendekatkan produk dan jasa UMKM industri kreatif dan ketahanan pangan berbasis syariah kepada masyarakat. Dalam hal ini, BI menyediakan sarana pertemuan antara pelaku UMKM Industri kreatif dan Ketahanan pangan berbasis syariah dengan calon investor/lembaga keuangan dan potensial buyer (perusahaan besar dan masyarakat).

Selain itu ada edukasi dan perkenalan produk-produk keuangan syariah bagi masyarakat dan hiburan religi kepada masyarakat.

Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari mengatakan keikutsertaan BI dalam ISEF dilatarbelakangi oleh pengembangan ISEF pertama pada tahun 2014 lalu.

"Keikutsertaan kami dalam ISEF tidak tiba tiba, ada benang merahnya. Benang merahnya di ISEF pertama. Ada MoU dengan Kemenag, dari situ berkembang. Intinya ada tiga yaitu bagaimana memberdayakan ekonomi pesantren melihat potensi ekonomi besar santri dan sisi tokoh pelaku ekonomi syariah. Lalu mendukung pengembangan ekonomi syariah, serta pilot project penguatan akses keuangan UMKM melalui pemanfaatan layanan keuangan syariah," papar Sari di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Dia berharap acara ISEF ini dapat membuahkan inisiatif untuk memacu perkembangan ekonomi syariah dan mengangkat ekonomi syariah menjadi platform ekonomi syariah internasional.

"ISEF itu tujuan nomor satu ingin menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Bagaimana meningkatkan kesadaran dan komitmen semua pemangku kepentingan. Harus bersama-sama semua meningkatkan akses keuangan syariah kita," ungkapnya.

Kedepan, BI akan terus mendorong ekonomi keuangan syariah di Indonesia. Pasalnya, selama ini pasar keuangan syariah jika dibandingkan dengan konvensional volume transaksinya masih jauh tertinggal.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laporan BI: KPR Kini...
Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Bulan Depan Bank Syariah...
Bulan Depan Bank Syariah Indonesia Siap Tantang Bank-Bank Besar
Hery Gunardi Janjikan...
Hery Gunardi Janjikan Bank Syariah Indonesia Bukan Sekedar Penggabungan Bank Saja
Bank Syariah Indonesia...
Bank Syariah Indonesia Diminta Jangan Jadi 'Predator' Bank Syariah Lainnya
Cost of Fund Turun,...
Cost of Fund Turun, Bos BSI Pede Bersaing dengan Bank Konvensional
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved