Berantas Pungli, Satgas Kemenhub Terapkan Pelaporan dan Sanksi

Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:18 WIB
Berantas Pungli, Satgas...
Berantas Pungli, Satgas Kemenhub Terapkan Pelaporan dan Sanksi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Satgas Operasi Pemberantasan Pungli telah menetapkan mekanisme pelaporan dan sanksi di lingkup Kementerian. Ketua Satgas Pemberantasan Pungli Sugihardjo mengatakan, lingkup pemberantasan pungli di Kemenhub terkait dengan pelayanan publik di antaranya perizinan dan non perizinan.

Adapun mekanisme pelaporan dilakukan melalui saluran resmi call center Kemenhub serta laporan pengaduan yang difasilitasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Adapun mekanisme pelaporan lain di luar pengaduan caal center juga dilakukan melalui mekanisme feedback setelah laporan masuk langsung kami cek lapangan dan kunjungan. Termasuk melakukan pemantauan tertutup setiap saat baik di pusat maupun perpanjangan tangan Kemenhub di daerah," kata Sugihardjo yang juga menjabat sebagai Sekjen Kemenhub dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub.

Sedangkan mekanisme sanksi, kata dia akan mengacu pada sanksi administrasi bagi pegawai melalui pembianaan administratif yang dilakukan oleh Menteri perhubungan. Selain itu, sanksi juga diberikan kepada pegawai yang terbukti melakukan praktek pungli akan diberi demosi pegawai atau penurunan pangkat.

"Demosinya bisa penurunan pangkat, non job atau tindakan tegas lain yang sesuai dengan peraturan perundangan," ujar dia.

Dia menambahkan, mekanisme pelaporan maupun sanksi selanjutnya akan menjadi pembahasan internal di kalangan tim pemberantasan pungli di lingkup Kemenhub. Pengaduan praktek pungli yang diterima dalam bentuk laporan tertulis hendaknya disertai dengan bukti dan kronologi.

"Setidaknya dengan bukti atau kronologis bisa langsung kami cek di unit kerja terkait," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Satgas Operasi Pemberantasan Pungli, Tulus Abadi mengatakan, praktek pungli yang terjadi di Kementerian Perhubungan merupakan etalase awal dalam rangka pemberantasan praktek pungli di setiap instansi baik di pusat maupun di daerah sebagaimana dicanangkan presiden.

Tulus yang juga pengurus harian YLKI juga menyatakan alasan keikutsertaan lembaganya dalam satgas tersebut. "Banyak yang bertanya kenapa YLKI bergabung dalam satgas karena memang motto kami di YLKI menjadi pembela konsumen nah ini erat kaitannya dengan pungli yang bisa saja ada perizinan yang dibayar, tapi tak sesuai sebab ada komponen pungli di dalamnya," ujar dia.

Salah satu satu rekomendasi Satgas Pembarantasan Pungli Kemenhub di antaranya pengurusan sertifikasi pelaut di sekolah kepelautan didelegasikan di masing-masing sekolah kepelautan tersebut. "Jadi tidak lagi diurus di pusat melainkan di kembalikan ke masing-masing sekolah," kata Sugihardjo.

Sebagai informasi Satgas Operasi Pemberantasan Pungli di Kemenhub dibentuk sejak 14 oktober 2016 terdiri atas lingkup internal kemenhub dan lembaga eksternal seperti YLKI dan ICW.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
29 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
59 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved