IHSG Ditutup Perkasa Iringi Kenaikan Tipis Bursa Jepang
Senin, 24 Oktober 2016 - 16:43 WIB
IHSG Ditutup Perkasa Iringi Kenaikan Tipis Bursa Jepang
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini berakhir di zona hijau, dengan penguatan sebesar 0,22% atau setara dengan 11,75 poin ke level 5.421,00. Penguatan IHSG sore ini mengiringi bursa Jepang yang membaik ketika bursa utama juga mencetak hasil positif, meski secara keseluruhan bergerak mixed.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka menanjak naik 5,00 poin atau 0,09% ke level 5.414,24 dan semakin kokoh hingga sesi siang dengan tambahan 12,65 poin atau setara dengan 0,23% ke level 5.421,89. Pada akhir pekan kemarin bursa saham Tanah Air ditutup menguat 5,55 poin atau 0,10% ke level 5.409,24.
Seperti dilansir CNBC, Senin (24/10/2016) pasar saham Asia pada sesi perdagangan sore berakhir mixed saat bursa saham Jepang justru naik, tidak terlalu besar di akhir sesi setelah data ekspor pada bulan September menunjukkan pelemahan, meskipun yen relatif tidak terlalu kuat. Patokan Nikkei 225 ditutup naik 49,83 poin atau setara dengan 0,29% ke level 17.234,42.
Data pemerintah Jepang menunjukkan ekspor September jatuh 6,9% di luar perkiraan sebelumnya sebesar 10,4%. Sementara volume ekspor naik 4,7% tahun ini sampai September, saat impor melemah 16,3% pada tahun ini sesuai dengan harapan.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menanjak naik 14,74 poin atau 0,73% ke level 2.047,74. Sedangkan di Hong Kong, indeks Hang Seng bertambah 0,98% atau setara dengan 229,68 poin menjadi 23.604,08.
Hasil positif juga terjadi pada daratan China saat indeks Shanghai menguat 37,31 poin atau 1,21% menjadi 3.128,25 saat komposit Shenzhen bertambah 17,64 poin atau 0,86% ke level 2.070,20. Sementara indeks utama Filipina dan Vietnam pada sesi perdagangan hari ini berakhir lebih rendah.
Pelemahan juga terjadi pada bursa saham Australia yang ditutup turun 21,81 poin atau 0,40% ke level 5.408,50, dengan mayoritas sektor berakhir lebih rendah ketika sektor keuangan bergerak mendatar. Empat saham bank terbesar Australia tercatat mixed saat ANZ naik 0,28% sedangkan Commonwealth Bank of Australia ditutup lebih rendah 0,31% saat Westpac mencetak kerugian 0,46% dan Bank National Australia turun 0,40%.
Di sisi lain mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini menguat dipimpin sektor perkebunan dan pertambangan masing-masing menguat 1,82% dan 1,16%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri menyusut 0,79%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,48 triliun dengan 7,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp182,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,22 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,03 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 191 saham menguat, 107 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka menanjak naik 5,00 poin atau 0,09% ke level 5.414,24 dan semakin kokoh hingga sesi siang dengan tambahan 12,65 poin atau setara dengan 0,23% ke level 5.421,89. Pada akhir pekan kemarin bursa saham Tanah Air ditutup menguat 5,55 poin atau 0,10% ke level 5.409,24.
Seperti dilansir CNBC, Senin (24/10/2016) pasar saham Asia pada sesi perdagangan sore berakhir mixed saat bursa saham Jepang justru naik, tidak terlalu besar di akhir sesi setelah data ekspor pada bulan September menunjukkan pelemahan, meskipun yen relatif tidak terlalu kuat. Patokan Nikkei 225 ditutup naik 49,83 poin atau setara dengan 0,29% ke level 17.234,42.
Data pemerintah Jepang menunjukkan ekspor September jatuh 6,9% di luar perkiraan sebelumnya sebesar 10,4%. Sementara volume ekspor naik 4,7% tahun ini sampai September, saat impor melemah 16,3% pada tahun ini sesuai dengan harapan.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menanjak naik 14,74 poin atau 0,73% ke level 2.047,74. Sedangkan di Hong Kong, indeks Hang Seng bertambah 0,98% atau setara dengan 229,68 poin menjadi 23.604,08.
Hasil positif juga terjadi pada daratan China saat indeks Shanghai menguat 37,31 poin atau 1,21% menjadi 3.128,25 saat komposit Shenzhen bertambah 17,64 poin atau 0,86% ke level 2.070,20. Sementara indeks utama Filipina dan Vietnam pada sesi perdagangan hari ini berakhir lebih rendah.
Pelemahan juga terjadi pada bursa saham Australia yang ditutup turun 21,81 poin atau 0,40% ke level 5.408,50, dengan mayoritas sektor berakhir lebih rendah ketika sektor keuangan bergerak mendatar. Empat saham bank terbesar Australia tercatat mixed saat ANZ naik 0,28% sedangkan Commonwealth Bank of Australia ditutup lebih rendah 0,31% saat Westpac mencetak kerugian 0,46% dan Bank National Australia turun 0,40%.
Di sisi lain mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini menguat dipimpin sektor perkebunan dan pertambangan masing-masing menguat 1,82% dan 1,16%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri menyusut 0,79%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,48 triliun dengan 7,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp182,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,22 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,03 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 191 saham menguat, 107 saham melemah dan 104 saham stagnan.
(akr)
Lihat Juga :