Penurunan Angka Kemiskinan RI Diapresiasi Bank Dunia

Selasa, 25 Oktober 2016 - 11:41 WIB
Penurunan Angka Kemiskinan...
Penurunan Angka Kemiskinan RI Diapresiasi Bank Dunia
A A A
JAKARTA - World Bank ‎mengapresiasi langkah Indonesia terkait penurunan angka kemiskinan sebesar 0,4 poin pada triwulan I tahun 2016. Pasalnya, penurunan secara year on year (yoy) ini merupakan yang terbesar dalam 3 tahun terakhir.

Lebih lanjut Bank Dunia menyoroti, stabilnya harga pangan terutama untuk beras yang dinilai menjadi salah satu pendongkrak pengurangan angka kemiskinan tahun ini. "Harga pangan, memberikan kontribusi besar bagi pengentasan kemiskinan," ujar Practice Manager Bank Dunia untuk Makro Ekonomi dan Manajemen Fiskal di kawasan Asia Tenggara serta Pasifik Ndiame Diop di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Secara khusus, dia menerangkan perbaikan manajemen impor beras dan operasi pasar yang dilakukan oleh Perum Bulog (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik) pada akhir 2015 dan awal tahun 2016 mampu menahan inflasi untuk harga beras. Terutama pada saat yang biasanya harga tersebut bergejolak dalam 1 tahun.

Selain itu Diop menambahkan, perluasan dalam program bantuan sosial juga mungkin telah mendorong pengurangan kemiskinan. "Sebagai contoh, program bantuan tunai bersyarat, program keluarga harapan (PKH), diperluas dari 2,8 juta rumah tangga menjadi 3,5 juta rumah tangga pada akhir tahun 2015," sambungnya.

Perluasan ini menurut pria asal Senegal itu, memberikan kontribusi sebanyak 0,1 poin persentase pengurangan ‎kemiskinan, atau hampir sepertiga dari total penurunan yang diamati. Sedangkan untuk koefisien gini, turun 1,1 poin menjadi 39,7 di bulan Maret 2016. "Penurunan ini, terbesar sejak terjadinya krisis keuangan Asia. Dan salah satu dari tiga penurunan yang substansial dalam 15 tahun terakhir," imbuh dia.

Pendorong utama diterangkan yakni, realokasi dari total konsumsi nasional adalah 20% rumah tangga di kelompok bagian atas, 40% rumah tangga di kelompok tengah. "Namun konsumsi dari 40% rumah tangga di kelompok bagian bawah tidak meningkat," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
172 Juta Warga RI Hidup...
172 Juta Warga RI Hidup Susah, Kepala BPS: Perlu Bijak Memaknai Angka Bank Dunia
Awas, Kesenjangan akibat...
Awas, Kesenjangan akibat Orang Miskin Baru Tak Bisa Ditutup dengan Dana Publik
Ramalan Bank Dunia Masih...
Ramalan Bank Dunia Masih Jauh, Laju Kemiskinan Indonesia Disebut Terkendali
Bank Dunia: 172 Juta...
Bank Dunia: 172 Juta Rakyat Indonesia Hidup Susah, Kemiskinan Tertinggi Kedua di ASEAN
Mengapa Pengeluaran...
Mengapa Pengeluaran di Bawah Rp20.000 per Hari Tergolong Miskin? Ini Penjelasannya
Laporan Bank Dunia Ungkap...
Laporan Bank Dunia Ungkap Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
10 menit yang lalu
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
23 menit yang lalu
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
58 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
1 jam yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
2 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved