Menko Darmin: Cabut Subsidi BBM Jadi Titik Tolak Ekonomi RI
Selasa, 25 Oktober 2016 - 15:30 WIB
Menko Darmin: Cabut Subsidi BBM Jadi Titik Tolak Ekonomi RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi awal titik tolak dimana pengeluaran pemerintah didorong untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Hal tersebut menurutnya menjadi yang paling utama dalam reformasi fiskal yang dilakukan pemerintah.
"Jangan lupa walaupun APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) menghadapi kendala dengan perlambatan ekonomi dunia, tapi kita mulai dengan reformasi di bidang itu," terang Darmin dalam konferensi pers Dua Tahun Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
(Baca Juga: Dua Tahun Jokowi-JK, Cabut Subsidi BBM hingga Paket Deregulasi)
Selanjutnya, mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan pemerintah juga mulai agresif membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur diklaim mampu mengatasi persoalan ketimpangan yang terjadi di Tanah Air. Hal ini diklaim terlihat dari indeks gini rasio yang perbaikannya relatif lebih cepat.
Pembangunan infrastruktur dianggap mampu menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Sebab, infrastruktur merupakan jenis investasi yang tidak perlu mencari pasar (non tradable goods), sehingga dimanapun dibangun infrastruktur asal ada permintaan (demand) maka sudah pasti akan berfungsi.
"Artinya kita enggak perlu cari pasar apalagi ekspornya. Dalam situasi ekonomi dunia yang melambat, kita membangun infrastruktur dan itu akan jadi penggerak ekonomi dan menggerakkan permintaan," tutupnya.
"Jangan lupa walaupun APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) menghadapi kendala dengan perlambatan ekonomi dunia, tapi kita mulai dengan reformasi di bidang itu," terang Darmin dalam konferensi pers Dua Tahun Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
(Baca Juga: Dua Tahun Jokowi-JK, Cabut Subsidi BBM hingga Paket Deregulasi)
Selanjutnya, mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan pemerintah juga mulai agresif membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur diklaim mampu mengatasi persoalan ketimpangan yang terjadi di Tanah Air. Hal ini diklaim terlihat dari indeks gini rasio yang perbaikannya relatif lebih cepat.
Pembangunan infrastruktur dianggap mampu menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Sebab, infrastruktur merupakan jenis investasi yang tidak perlu mencari pasar (non tradable goods), sehingga dimanapun dibangun infrastruktur asal ada permintaan (demand) maka sudah pasti akan berfungsi.
"Artinya kita enggak perlu cari pasar apalagi ekspornya. Dalam situasi ekonomi dunia yang melambat, kita membangun infrastruktur dan itu akan jadi penggerak ekonomi dan menggerakkan permintaan," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :