Habiskan Rp115 T, Sri Mulyani Minta Rini Beberkan Capaian BUMN

Selasa, 25 Oktober 2016 - 19:21 WIB
Habiskan Rp115 T, Sri...
Habiskan Rp115 T, Sri Mulyani Minta Rini Beberkan Capaian BUMN
A A A
JAKARTA - Perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK), telah mendapat kucuran dana dari penyertaan modal negara (PMN) sebanyak Rp115 triliun. Angka ini meningkat cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp41 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, suntikan modal untuk perusahaan pelat merah tersebut menjadi pengeluaran terbesar kedua setelah belanja untuk pembangunan infrastruktur. Karena itu, dia berharap investasi yang sebesar itu harus berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Selama dua tahun terakhir, belanja modal yang sangat besar selain infrastruktur adalah penanaman modal negara untuk BUMN. Saya rasa ada di dalam UU APBN, pada 2015 dan 2016 jumlah PMN mencapai Rp115 triliun. Tentu investasi itu harus dan akan menghasilkan," katanya dalam konferensi pers Dua Tahun Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Mantan Menkeu era Presiden SBY ini pun meminta Menteri BUMN Rini Soemarno membeberkan capaian yang telah dilakukan perusahaan pelat merah penerima PMN tersebut. Termasuk ekspansi yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, yang dilakukan perusahaan tersebut setelah menerima PMN.

"Karena PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) domestik yang berasal dari perusahaan yang terpukul dari sisi global, tentu harus disubstitusi sumber lain, sehingga secara agregat tetap lebih baik," imbuh dia.

Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, optimalisasi kinerja perusahaan pelat merah dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Apalagi, kondisi ekspor Indonesia tengah mengalami penurunan seiring melorotnya pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi, pemerintah saat ini tengah fokus untuk membangun konektivitas dan infrastruktur di Indonesia. "Melalui APBN, pemerintah memiliki program yang lebih ke pembangunan konektivitas dan infrastruktur. Sehingga, anggaran naik dua kali lipat, tapi seringkali juga belum cukup. Ada pembangunn infrastruktur yang secara komersial hitungannya masuk," tutur dia.

Karena itu, sambung mantan Menperindag ini, BUMN diminta untuk konsentrasi pada peningkatan investasi di bidang infrastruktur, baik darat, laut ataupun udara. Pada 2015, kata Rini, dengan kucuran PMN sebesar Rp41 triliun, BUMN telah mampu mengeluarkan capex atau investasi sebesar Rp219 triliun.

Meskipun pada tahun ini PMN untuk BUMN belum cair, sambung Rini, namun pihaknya tetap berkomitmen untuk mengeluarkan investasi sebesar Rp410 triliun. Karena itu, dia berharap akhir tahun modal tersebut sudah dapat dicairkan.

"Ini yang sebetulnya selain dari APBN, pembangunan atau pertumbuhan ekonomi dapat didorong oleh infrastruktur dari BUMN. Infrastruktur untuk elektrifikasi, jaringan transmisi, gardu induk dan sebagainya," tutur dia.

Sementara untuk tahun depan, Rini berharap perusahaan negara dapat mengeluarkan investasi hingga Rp550 triliun. Meskipun tahun depan tak ada lagi kucuran modal dari pemerintah, namun dia meyakini program holdingisasi BUMN akan dapat meningkatkan belanja modal BUMN.

"Karena mulai tahun depan kita tidak mendapatkan PMN, sehingga kalau ada holding perusahaan yang ada di bawah holding bisa mendapatkan penambahan modalnya melalui holding company itu sendiri. Holding bisa meminjam atau memasukkan modal ke perusahan yang di bawahnya. Itu target kami. Proses holding sedang berjalan diharapkan akhir tahun bisa berjalan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Guyur PMN Rp25,2 Triliun,...
Guyur PMN Rp25,2 Triliun, Sri Mulyani Minta BUMN Akuntabel
3 BUMN Dapat PMN Rp16,6...
3 BUMN Dapat PMN Rp16,6 Triliun Tahun Depan, Ini Daftarnya
Menkeu Suntik 8 BUMN...
Menkeu Suntik 8 BUMN Dapat PMN pada 2021, Ini Rinciannya
Sudah Disuntik PMN Triliunan,...
Sudah Disuntik PMN Triliunan, 40 Persen BUMN Masih Saja Tekor
5 BUMN Siap Disuntik...
5 BUMN Siap Disuntik Bulan Depan, Hutama Karya Dosisnya Paling Tinggi
BUMN Banyak yang Megap-megap,...
BUMN Banyak yang Megap-megap, Ini Saran Sri Mulyani
Berita Terkini
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
14 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
16 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
25 menit yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
26 menit yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
48 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved