IHSG Siang Balik Memerah Iringi Pelemahan Rupiah
Jum'at, 28 Oktober 2016 - 11:56 WIB
IHSG Siang Balik Memerah Iringi Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini balik melemah ke zona merah, ketika sempat menguat pada sesi pagi tadi. Siang ini IHSG berkurang 0,09% atau setara dengan 5,07 poin ke level 5.411,77.
Sementara pada sesi pembukaan, pasar saham Tanah Air dibuka melonjak ke level 5.421,77 dengan kenaikan sebesar 0,09% atau setara dengan 4,93 poin saat bursa utama Asia variatif. Pada perdagangan kemarin, IHSG meningkat 0,32% atau 17,16 poin ke level 5.416,84.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti yang berkurang 0,92%, sedangkan sektor industri dasar menguat tertinggi sebesar 0,91.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,35 triliun dengan 6,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp34,28 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp748,7 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp714,5 miliar. Tercatat 139 saham menguat, 145 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra Graphia Tbk. (ASGR), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT XL Axiata Tbk (EXCL) serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).
Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang ini masih melemah. Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah siang ini semakin melemah ke level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.028-Rp13.050/USD. Posisi rupiah terlihat lesu dibanding kemarin Rp13.032/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah sesi I berada di level Rp13.045/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat jauh memburuk dibanding sebelumnya yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran level Rp13.038-Rp13.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hingga siang tertahan di level Rp13.048/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.027/USD.
Sementara pada sesi pembukaan, pasar saham Tanah Air dibuka melonjak ke level 5.421,77 dengan kenaikan sebesar 0,09% atau setara dengan 4,93 poin saat bursa utama Asia variatif. Pada perdagangan kemarin, IHSG meningkat 0,32% atau 17,16 poin ke level 5.416,84.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti yang berkurang 0,92%, sedangkan sektor industri dasar menguat tertinggi sebesar 0,91.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,35 triliun dengan 6,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp34,28 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp748,7 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp714,5 miliar. Tercatat 139 saham menguat, 145 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra Graphia Tbk. (ASGR), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT XL Axiata Tbk (EXCL) serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).
Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang ini masih melemah. Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah siang ini semakin melemah ke level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.028-Rp13.050/USD. Posisi rupiah terlihat lesu dibanding kemarin Rp13.032/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah sesi I berada di level Rp13.045/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat jauh memburuk dibanding sebelumnya yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran level Rp13.038-Rp13.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hingga siang tertahan di level Rp13.048/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.027/USD.
(akr)
Lihat Juga :