IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di 5.345-5.450
Senin, 31 Oktober 2016 - 08:17 WIB
IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di 5.345-5.450
A
A
A
JAKARTA - Pengamat saham dari Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (31/10/2016) dipengaruhi oleh Bursa Global, terkait data ekonomi akhir bulan dan awal bulan November.
Sentimen yang akan datang dari Asia diantaranya: indeks industrial productions, penjualan ritel, keputusan BOJ terhadap kebijakan moneter dan indeks kepercayaan konsumen di Jepang, dan indeks kinerja sektor manufaktur dan jasa di China. Seluruh sentimen tersebut menurut survei dan perkiraan cukup baik, seiring membaiknya pertumbuhan aktifitas ekspor di Jepang dan PMI manufactuirng di China yang diprediksi akan kembali tumbuh menjauhi level 50.
Sedangkan di Eropa dan Amerika Serikat diantaranya: pertumbuhan GDP, tingkat inflasi, kinerja sektor menufaktur serta tingkat pengangguran di zona Eropa. Juga soal tingkat kemampuan konsumen, kinerja sektor manufaktur, Stok persediaan minyak dan tingkat pengangguran di AS.
Data dari sentimen tersebut diperkirakan cukup baik, dimana yang akan menjadi fokus utama yakni sentimen dari AS karena mempengaruhi probabilitas prospek peningkatan biaya pinjaman atau suku bunga The Fed akhir tahun ini.
Dari dalam negeri akan banyak di awal bulan November, yang tepatnya pada tengah pekan, diantaranya: indeks keyakinan konsumen dengan perkiraan tumbuh setelah bulan sebelumnya berada di level cukup rendah. Pertumbuhan ekonomi dengan ekspektasi sedikit turun menjadi 3,6% dari 4,02%, dan PDB laju pertumbuhan tahunan yang juga diekspektasikan turun menjadi 5,0% menjadi 5,18%. Kedua sentimen tersebut akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan IHSG, sehingga pergerakan kembali tertekan pun cukup menghantui jika sesuai ekspektasi.
Bila menggunakan analisa teknikal pada IHSG guna memproyeksi pergerakan minggu depan, IHSG cenderung berada pada posisi konsolidasi pada level support pergerakan rata-rata harian selama dua minggu kebelakang dan tidak mampu break out resistance sebagai konfirmasi perubahan arah. Jika pergerakan IHSG terus demikian dan kembali di buka melemah di awal pekan, pola downtrend jangka pendek akan terbentuk dimana level 5.425 sebagai resistance downtrend jika ingin mengkonfirmasi berbalik arah.
Indikator teknikal sedikit memberikan signal lain dimana indikator stochastic crossing positif di area dekan jenuh jual dengan indikasi rebound jangka pendek meskipun probabilitas ketepatannya masih cenderung rendah karena belum benar-benar berada pada area jenuh jual. Sehingga diperkirakan pergerakan IHSG pekan depan akan cenderung kembali mixed mencoba break out resistancenya dengan range pergearkan 5.345-5.450.
Saham-saham yang masih dapat dicermati dengan stop-loss jika break out support diantaranya ASII dengan support resistance 8.050-8.650. ASRI dengan support resistance 435-475. BBCA dengan support resistance 15.350-16.100. INDF dengan support resistance 8.400-8.950. TLKM dengan support resistance 4.200-4.400. WIKA dengan support resistance 2.600-2.770. ADHI dengan support resistance 2.070-2.340. LPPF dengan support resistance 17.500-18.900. PTPP dengan support resistance 3.960-4.300.
Sentimen yang akan datang dari Asia diantaranya: indeks industrial productions, penjualan ritel, keputusan BOJ terhadap kebijakan moneter dan indeks kepercayaan konsumen di Jepang, dan indeks kinerja sektor manufaktur dan jasa di China. Seluruh sentimen tersebut menurut survei dan perkiraan cukup baik, seiring membaiknya pertumbuhan aktifitas ekspor di Jepang dan PMI manufactuirng di China yang diprediksi akan kembali tumbuh menjauhi level 50.
Sedangkan di Eropa dan Amerika Serikat diantaranya: pertumbuhan GDP, tingkat inflasi, kinerja sektor menufaktur serta tingkat pengangguran di zona Eropa. Juga soal tingkat kemampuan konsumen, kinerja sektor manufaktur, Stok persediaan minyak dan tingkat pengangguran di AS.
Data dari sentimen tersebut diperkirakan cukup baik, dimana yang akan menjadi fokus utama yakni sentimen dari AS karena mempengaruhi probabilitas prospek peningkatan biaya pinjaman atau suku bunga The Fed akhir tahun ini.
Dari dalam negeri akan banyak di awal bulan November, yang tepatnya pada tengah pekan, diantaranya: indeks keyakinan konsumen dengan perkiraan tumbuh setelah bulan sebelumnya berada di level cukup rendah. Pertumbuhan ekonomi dengan ekspektasi sedikit turun menjadi 3,6% dari 4,02%, dan PDB laju pertumbuhan tahunan yang juga diekspektasikan turun menjadi 5,0% menjadi 5,18%. Kedua sentimen tersebut akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan IHSG, sehingga pergerakan kembali tertekan pun cukup menghantui jika sesuai ekspektasi.
Bila menggunakan analisa teknikal pada IHSG guna memproyeksi pergerakan minggu depan, IHSG cenderung berada pada posisi konsolidasi pada level support pergerakan rata-rata harian selama dua minggu kebelakang dan tidak mampu break out resistance sebagai konfirmasi perubahan arah. Jika pergerakan IHSG terus demikian dan kembali di buka melemah di awal pekan, pola downtrend jangka pendek akan terbentuk dimana level 5.425 sebagai resistance downtrend jika ingin mengkonfirmasi berbalik arah.
Indikator teknikal sedikit memberikan signal lain dimana indikator stochastic crossing positif di area dekan jenuh jual dengan indikasi rebound jangka pendek meskipun probabilitas ketepatannya masih cenderung rendah karena belum benar-benar berada pada area jenuh jual. Sehingga diperkirakan pergerakan IHSG pekan depan akan cenderung kembali mixed mencoba break out resistancenya dengan range pergearkan 5.345-5.450.
Saham-saham yang masih dapat dicermati dengan stop-loss jika break out support diantaranya ASII dengan support resistance 8.050-8.650. ASRI dengan support resistance 435-475. BBCA dengan support resistance 15.350-16.100. INDF dengan support resistance 8.400-8.950. TLKM dengan support resistance 4.200-4.400. WIKA dengan support resistance 2.600-2.770. ADHI dengan support resistance 2.070-2.340. LPPF dengan support resistance 17.500-18.900. PTPP dengan support resistance 3.960-4.300.
(ven)
Lihat Juga :