Gelar Rakernas, DJKN Ingin Tingkatkan Reputasi Ekonomi

Rabu, 02 November 2016 - 10:44 WIB
Gelar Rakernas, DJKN...
Gelar Rakernas, DJKN Ingin Tingkatkan Reputasi Ekonomi
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) bertema Tingkatkan Reputasi DJKN dengan Optimalisasi Kekayaan Negara untuk Perekonomian Nasional. Rakernas ini sekaligus dibarengi dengan perayaan satu dasawarsa DJKN yang tepat didirikan pada 1 November 2006.

Dalam 10 tahun DJKN berdiri, fokus DJKN kepada pengelolaan aset negara yang berprinsip tertib aset hukum dan administrasi yang tercermin dari laporan keuangan pemerintah pusat dan K/L yang semula disclaimer, karena pencatatan asetnya belum tertib. Hal ini ada wajar dengan pengecualian dan wajar tanpa pengecualian.

"Ini proses pembelajaran luar biasa karena jumlahnya besar dan tersebar di K/L dan wilayah. Untuk per 30 Juni 2016 total aset tercatat Rp5.285 triliun, setiap tahun naik dengan adanya belanja modal dan inventarisasi. Ini menunjukkan perekonomian Indonesia semakin besar dan belum termasuk sumber daya alamnya," kata Dirjen DJKN Kemenkeu Sony Loho saat pembukaan sambutan rakernas di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Sony mengungkapkan, dengan adanya status tersebut, saatnya mengubah menjadi tertib administrasi dan tertib hukum untuk mengawal APBN yang kredibel agar aset negara optimal untuk membantu masyarakat. Memasuki tahun ke-11 DJKN akan lebih fokus untuk mengoptimalkan kekayaan negara untuk negara yakni perekonomian.

"Tingkatkan reputasi DJKN juga kami pilih sebagai titik awal karena reputasi jadi input atau modal awal sekaligus outcome dari optimalisasi DJKN tersebut. Karena, rakernas bukan hanya media evaluasi, tapi juga upaya merumuskan strategi dan langkah solusi berupa terobosan untuk negara," tutup dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Tegaskan Pemenang...
Kemenkeu Tegaskan Pemenang Lelang Negara Dilindungi UU
Juru Lelang Negara Diwanti-wanti...
Juru Lelang Negara Diwanti-wanti Soal Standar yang Berlaku
Corona Ganjal Pengelolaan...
Corona Ganjal Pengelolaan Apartemen Negara oleh Swasta
Aturan Baru, Penyewaan...
Aturan Baru, Penyewaan Barang Milik Negara Dapat Relaksasi
Awas Penipuan Lelang...
Awas Penipuan Lelang Barang Sitaan Negara, Cek Dulu Ciri-cirinya
Aset Negara Senilai...
Aset Negara Senilai Rp6,1 Triliun Diserahkan ke Pemkab Manokwari Selatan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved