Jeda Siang, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah
Rabu, 02 November 2016 - 12:25 WIB
Jeda Siang, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (2/11/2016) kembali melemah. Indeks turun 5,56 poin atau 0,10% ke posisi 5.410,44. Pada pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 0,99 poin atau 0,02% ke level 5.415.02.
Lemahnya indeks disebabkan tiga hal: meningkatnya volatilitas di pasar regional menjelang Pilpres Amerika Serikat yang kian sengit, melemahnya komoditas energi yang memberi tekanan ke pasar, serta situasi dalam negeri terkait Pilkada.
Mayoritas sektor saham jatuh ke zona negatif, kecuali sektor pertambangan yang naik 2,70%. Aksi jual membuat nilai transaksi asing negatif Rp306,17 miliar dengan aksi jual asing Rp1,179 triliun berbanding aksi beli asing Rp873,10 miliar.
Selaras dengan melemahnya IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada jeda siang kembali melemah 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.060/USD. Awal pembukaan, rupiah di data Bloomberg, Rabu (2/11/2016) dibuka jatuh tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.048/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI dibuka di posisi Rp13.068 alias terdepresiasi 23 poin dari penutupan kemarin di Rp13.045/USD. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menetapkan rupiah pada Rabu (2/11) berada di Rp13.058, alias terdepresiasi 22 poin dari posisi Rp13.036 pada kemarin.
Lemahnya indeks disebabkan tiga hal: meningkatnya volatilitas di pasar regional menjelang Pilpres Amerika Serikat yang kian sengit, melemahnya komoditas energi yang memberi tekanan ke pasar, serta situasi dalam negeri terkait Pilkada.
Mayoritas sektor saham jatuh ke zona negatif, kecuali sektor pertambangan yang naik 2,70%. Aksi jual membuat nilai transaksi asing negatif Rp306,17 miliar dengan aksi jual asing Rp1,179 triliun berbanding aksi beli asing Rp873,10 miliar.
Selaras dengan melemahnya IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada jeda siang kembali melemah 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.060/USD. Awal pembukaan, rupiah di data Bloomberg, Rabu (2/11/2016) dibuka jatuh tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.048/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI dibuka di posisi Rp13.068 alias terdepresiasi 23 poin dari penutupan kemarin di Rp13.045/USD. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menetapkan rupiah pada Rabu (2/11) berada di Rp13.058, alias terdepresiasi 22 poin dari posisi Rp13.036 pada kemarin.
(ven)
Lihat Juga :