Pagi Pukul Dolar, Sore Rupiah Pulang Jatuh 18 Poin
Kamis, 03 November 2016 - 16:59 WIB
Pagi Pukul Dolar, Sore Rupiah Pulang Jatuh 18 Poin
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Kamis (3/11/2016) berbalik melemah. Rupiah di indeks Bloomberg, berakhir jatuh 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.075/USD.
Pada awal perdagangan hari ini, rupiah memukul USD dengan bertambah 12 poin ke Rp13.045/USD. Sepanjang Kamis ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.042-Rp13.075 per USD.
Data Yahoo Finance, Kamis ini, melansir mata uang NKRI juga melemah 15 poin atau 0,11% ke Rp13.070/USD. Sebelumnya, rupiah dibuka bertambah 11 poin atau 0,08% ke Rp13.044 per USD.
Sementara data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada hari ini berakhir terdepresiasi 11 poin ke Rp13.065/USD. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat ke Rp13.054/USD
Lemahnya rupiah disinyalir karena pasar menanti pada pertumbuhan PDB kuartal III 2016 serta cadangan devisa Oktober kemarin.
Adapun indeks USD di pasar mata uang Asia, ditutup turun di 97,167. Melansir dari CNBC, Kamis (3/11), dolar masih melemah karena situasi politik akibat kekhawatiran jelang Pilpres AS dan The Fed yang menangguhkan keputusan untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan kemarin.
Dolar Australia menguat terhadap USD ke posisi 0,766 dan won Korea Selatan juga bertambah 1.138 terhadap greenback. Mata uang Amerika juga turun 0,4% menjadi 102,86 terhadap yen Jepang pada 08:26 GMT, dimana pasar Jepang ditutup untuk libur hari kebudayaan.
Pada awal perdagangan hari ini, rupiah memukul USD dengan bertambah 12 poin ke Rp13.045/USD. Sepanjang Kamis ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.042-Rp13.075 per USD.
Data Yahoo Finance, Kamis ini, melansir mata uang NKRI juga melemah 15 poin atau 0,11% ke Rp13.070/USD. Sebelumnya, rupiah dibuka bertambah 11 poin atau 0,08% ke Rp13.044 per USD.
Sementara data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada hari ini berakhir terdepresiasi 11 poin ke Rp13.065/USD. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat ke Rp13.054/USD
Lemahnya rupiah disinyalir karena pasar menanti pada pertumbuhan PDB kuartal III 2016 serta cadangan devisa Oktober kemarin.
Adapun indeks USD di pasar mata uang Asia, ditutup turun di 97,167. Melansir dari CNBC, Kamis (3/11), dolar masih melemah karena situasi politik akibat kekhawatiran jelang Pilpres AS dan The Fed yang menangguhkan keputusan untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan kemarin.
Dolar Australia menguat terhadap USD ke posisi 0,766 dan won Korea Selatan juga bertambah 1.138 terhadap greenback. Mata uang Amerika juga turun 0,4% menjadi 102,86 terhadap yen Jepang pada 08:26 GMT, dimana pasar Jepang ditutup untuk libur hari kebudayaan.
(ven)