IHSG Melonjak 84,47 Poin saat Bursa Asia Mayoritas Menguat
Selasa, 08 November 2016 - 16:39 WIB
IHSG Melonjak 84,47 Poin saat Bursa Asia Mayoritas Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir melonjak cukup tajam hingga 84,47 poin atau 1,57% ke level 5.470,68 melanjutkan penguatan pada pembuatan tadi pagi. Penguatan IHSG sore ini di tengah mayoritas bursa Asia juga positif.
Seperti diketahui sesi pembukaan, IHSG menguat 28,00 poin atau setara dengan 0,52% ke level 5.414,21 dan pada sesi siang bertambah 55,66 poin atau setara dengan 1,03% ke level 5.441,87. Sedangkan pada perdagangan kemarin berakhir melonjak 23,55 poin atau setara dengan 0,44% ke level 5.386,21.
Sektor saham di dalam negeri hampir semuanya berada di zona hijau, hanya sektor pertambangan yang mengalami pelemahan sebesar 0,46%. Sementara, sektor yang menguat tajam adalah infrasurtktur yang naik 2,16% disusul sektor industri dasar yang naik 1,93%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,44 triliun dengan 11,98 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp145,64 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,14 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 190 saham menguat, 116 saham melemah dan 114 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.475 menjadi Rp67.950, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik Rp155 menjadi Rp840, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 menjadi Rp8.375.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp100 menjadi Rp3.700, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) turun Rp80 menjadi Rp4.610, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah Rp25 menjadi Rp5.675.
Dilansir dari CNBC, Selasa (8/11/2016), bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat moderat setelah sempat goyah antara wilayah positif dan negatif. Pelaku pasar mencatat kegugupan menjelang pemilihan presiden AS yang telah mendominasi berita utama global.
"Pedagang di Asia Pasifik khawatir karena ketakutan mendasar dari hasil presiden," kata Stephen Innes, trader senior di Oanda.
Selain kegelisahan pemilu, angka perdagangan China dan survei bisnis NAB Australia juga mengurangi sentimen risiko. "Data neraca perdagangan China tidak mendorong sama sekali, dan jika Donald Trump menjadi presiden, jumlah ini akan menjadi lebih keji. Karena itu kami mengalami rollercoaster sedikit untuk pasar Asia," kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di ThinkMarkets.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,13% atau 6,991 poin ke level 5.257,79, setelah awalnya diperdagangkan naik lebih dari 0,3%. Indeks didukung kenaikan sektor material yang naik 1,43% dan sektor energi yang naik 1,49%. Namun, kenaikan tertutupi oleh pelemahan sektor keuangan yang turun 0,59%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 berakhir turun 0,03% atau 5,83 poin ke level 17.171,38, sementara Kospi Korea Selatan ditutup naik 0,29% atau 5,8 poin ke level 2.003,38.
Sementara, bursa saham China lebih tinggi, komposit Shanghai ditutup naik 0,47% atau 14,69 poin ke level 3.148,02 dan komposit Shenzhen berakhir 0,659% atau 13,626 poin ke level 2.080,435.
Seperti diketahui sesi pembukaan, IHSG menguat 28,00 poin atau setara dengan 0,52% ke level 5.414,21 dan pada sesi siang bertambah 55,66 poin atau setara dengan 1,03% ke level 5.441,87. Sedangkan pada perdagangan kemarin berakhir melonjak 23,55 poin atau setara dengan 0,44% ke level 5.386,21.
Sektor saham di dalam negeri hampir semuanya berada di zona hijau, hanya sektor pertambangan yang mengalami pelemahan sebesar 0,46%. Sementara, sektor yang menguat tajam adalah infrasurtktur yang naik 2,16% disusul sektor industri dasar yang naik 1,93%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,44 triliun dengan 11,98 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp145,64 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,14 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 190 saham menguat, 116 saham melemah dan 114 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.475 menjadi Rp67.950, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik Rp155 menjadi Rp840, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 menjadi Rp8.375.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp100 menjadi Rp3.700, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) turun Rp80 menjadi Rp4.610, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah Rp25 menjadi Rp5.675.
Dilansir dari CNBC, Selasa (8/11/2016), bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat moderat setelah sempat goyah antara wilayah positif dan negatif. Pelaku pasar mencatat kegugupan menjelang pemilihan presiden AS yang telah mendominasi berita utama global.
"Pedagang di Asia Pasifik khawatir karena ketakutan mendasar dari hasil presiden," kata Stephen Innes, trader senior di Oanda.
Selain kegelisahan pemilu, angka perdagangan China dan survei bisnis NAB Australia juga mengurangi sentimen risiko. "Data neraca perdagangan China tidak mendorong sama sekali, dan jika Donald Trump menjadi presiden, jumlah ini akan menjadi lebih keji. Karena itu kami mengalami rollercoaster sedikit untuk pasar Asia," kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di ThinkMarkets.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,13% atau 6,991 poin ke level 5.257,79, setelah awalnya diperdagangkan naik lebih dari 0,3%. Indeks didukung kenaikan sektor material yang naik 1,43% dan sektor energi yang naik 1,49%. Namun, kenaikan tertutupi oleh pelemahan sektor keuangan yang turun 0,59%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 berakhir turun 0,03% atau 5,83 poin ke level 17.171,38, sementara Kospi Korea Selatan ditutup naik 0,29% atau 5,8 poin ke level 2.003,38.
Sementara, bursa saham China lebih tinggi, komposit Shanghai ditutup naik 0,47% atau 14,69 poin ke level 3.148,02 dan komposit Shenzhen berakhir 0,659% atau 13,626 poin ke level 2.080,435.
(izz)
Lihat Juga :