Nikkei Terjungkal 5,36%, IHSG Ditutup Ambles 56,36 Poin
Rabu, 09 November 2016 - 16:39 WIB
Nikkei Terjungkal 5,36%, IHSG Ditutup Ambles 56,36 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir anjlok cukup dalam hingga 56,36 poin atau 1,03% ke level 5.414,32, meski pada pembukaan tadi pagi dibuka menghijau. Pelemahan IHSG sore ini di tengah jatuhnya Indeks Nikkei hingga lebih dari 5%.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini anjlok sangat parah hingg 2,06% atau 112,48 poin ke level 5.358,20 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka naik tipis 6,71 poin atau setara dengan 0,12% ke level 5.477,39. Pada perdagangan kemarin berakhir melonjak tajam hingga 84,47 poin atau 1,57% ke level 5.470,68.
Sektor saham di dalam negeri hanya sektor perdagangan yang mengalami penguatan, yakni naik 0,09%. Sementara, sektor lainnya mengalami pelemahan dipimpin sektor infrastruktur yang turun 2,17% disusul sektor aneka industri yang melemah 1,23%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,60 triliun dengan 12,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp56,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,91 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,85 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 104 saham menguat, 226 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp16.700, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp20 menjadi Rp805, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp120 menjadi Rp695.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 menjadi Rp67.200, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp130 menjadi PT 3.570, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp125 menjadi Rp8.250.
Dilansir dari CNBC, Rabu (9/11/2016), bursa saham Asia jatuh dan investor bergegas masuk ke aset yang dianggap aman terpengaruh kegelisahan atas hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 merosot 5,36% atau 919,84 poin menjadi 16.251,54, seperti yen yang dianggap sebagai mata uang safe haven, menguat di tengah pemilu AS. Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup turun 1,93% atau 101,23 poin menjadi 5.156,55.
Indeks itu awalnya naik 0,8% pada pembukaan tadi pagi. Indeks acuan melihat kerugian yang luas di semua sub-indeks, kecuali untuk emas yang naik 9,61%.
Itu juga hari bersejarah bagi bursa Australia yang melihat rekor 1,71 juta perdagangan hari ini. Rekor sebelumnya 1,53 juta pada 24 Juni ketika hasil referendum Inggris diumumkan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi berakhir turun 2,25% atau 45 poin di level 1.958,38. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng juga trecatat turun 2,44% pada sore hari ini.
Saham China yang cukup rendah dibanding lainnya, dengan komposit Shanghai berakhir turun 0,61% atau 19,12 poin kelevel 3.128,77 dan komposit Shenzhen ditutup 0,575% lebih rendah atau 11,97 poin ke level 2.068,47.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini anjlok sangat parah hingg 2,06% atau 112,48 poin ke level 5.358,20 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka naik tipis 6,71 poin atau setara dengan 0,12% ke level 5.477,39. Pada perdagangan kemarin berakhir melonjak tajam hingga 84,47 poin atau 1,57% ke level 5.470,68.
Sektor saham di dalam negeri hanya sektor perdagangan yang mengalami penguatan, yakni naik 0,09%. Sementara, sektor lainnya mengalami pelemahan dipimpin sektor infrastruktur yang turun 2,17% disusul sektor aneka industri yang melemah 1,23%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,60 triliun dengan 12,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp56,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,91 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,85 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 104 saham menguat, 226 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp16.700, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp20 menjadi Rp805, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp120 menjadi Rp695.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 menjadi Rp67.200, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp130 menjadi PT 3.570, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp125 menjadi Rp8.250.
Dilansir dari CNBC, Rabu (9/11/2016), bursa saham Asia jatuh dan investor bergegas masuk ke aset yang dianggap aman terpengaruh kegelisahan atas hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 merosot 5,36% atau 919,84 poin menjadi 16.251,54, seperti yen yang dianggap sebagai mata uang safe haven, menguat di tengah pemilu AS. Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup turun 1,93% atau 101,23 poin menjadi 5.156,55.
Indeks itu awalnya naik 0,8% pada pembukaan tadi pagi. Indeks acuan melihat kerugian yang luas di semua sub-indeks, kecuali untuk emas yang naik 9,61%.
Itu juga hari bersejarah bagi bursa Australia yang melihat rekor 1,71 juta perdagangan hari ini. Rekor sebelumnya 1,53 juta pada 24 Juni ketika hasil referendum Inggris diumumkan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi berakhir turun 2,25% atau 45 poin di level 1.958,38. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng juga trecatat turun 2,44% pada sore hari ini.
Saham China yang cukup rendah dibanding lainnya, dengan komposit Shanghai berakhir turun 0,61% atau 19,12 poin kelevel 3.128,77 dan komposit Shenzhen ditutup 0,575% lebih rendah atau 11,97 poin ke level 2.068,47.
(izz)
Lihat Juga :