Donald Trump Menang, Wall Street Ditutup Melonjak Tajam

Kamis, 10 November 2016 - 08:18 WIB
Donald Trump Menang,...
Donald Trump Menang, Wall Street Ditutup Melonjak Tajam
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir naik tajam dalam perubahan dramatis dari kerugian sebelumnya setelah Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 1,4% menjadi berakhir pada level 18.589,69, hanya 0,25% di bawah level tertinggi sepanjang masa yang terjadi pada Agustus. Indeka S & P 500 naik 1,11% menjadi 2.163,26 dan Nasdaq Composite bertambah 1,11% menjadi berakhir pada level 5.251,07.

Setelah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Trump akan menciptakan ketidakpastian dan kerusakan sentimen, investor akhirnya mengalirkan uang ke sektor-sektor yang dapat mengambil manfaat setelah Donald Trump menang.

Keadaan ini membalikkan penurunan dari malam sebelumnya, ketika pasar keuangan bereaksi keras bahwa Hillary Clinton yang akan menang dan S & P futures ESc1 turun 5% sebelum batas perdagangan ditutup.

"Pasar saham bertindak seperti seorang remaja. Itu membuat banyak tuntutan tapi tidak tahu apa yang diinginkan," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Keuntungan lebih dari 3% dari sektor kesehatan dan sektor keuangan mendorong Dow Jones Industrial naik lebih dari 1%. Sektor real estate turun 2,28% dan utilitas kehilangan 3,68%. Kedua sektor yang proxy untuk obligasi, yang juga jatuh.

"Apa pun yang Trump sebutkan selama kampanye, setiap industri telah disebutkan, menguntungkan atau tidak baik," kata Tim Ghriskey, kepala investasi Solaris Group di Bedford Hills, New York.

Harga obat adalah tema kampanye utama bagi Clinton, sementara Trump telah menyerukan membatalkan Undang-Undang Perawatan Terjangkau dan melonggarkan pembatasan bank diberlakukan setelah krisis keuangan.

Volume perdagangan tertinggi sejak Juni, ketika Inggris sepakat untuk meninggalkan Uni Eropa. Kepala Modal DoubleLine Executive Jeffrey Gundlach, yang dikenal sebagai raja obligasi mengatakan bahwa saham rebound kuat dari kerugian semalam karena investor percaya kebijakan Trump adalah lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek daripada Clinton.

Indeks CBOE Volatilitas, yang mengukur kecemasan investor, turun 23% dan berada di jalur untuk penurunan harian terbesar sejak akhir Juni. Saham perusahaan farmasi besar Pfizer (PFE.N) melompat 7,07%, pendorong terbesar kenaikan S & P 500. Saham Bioteknologi ETF (IBB.O) melonjak 8,93% dan berada di jalur untuk persentase kenaikan harian terbesar dalam delapan tahun. Saham JPMorgan Chase (JPM.N) melonjak 4,60%, sedangkan Wells Fargo (WFC.N) naik 5,38%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved