IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 33 Poin saat Bursa Asia Naik
Kamis, 10 November 2016 - 09:12 WIB
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 33 Poin saat Bursa Asia Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau dengan kenaikan sebesar 33,42 poin atau setara dengan 0,62% ke level 5.447,74. Kenaikan ini di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok cukup dalam hingga 56,36 poin atau 1,03% ke level 5.414,32, pada saat Indeks Nikkei jatuh hingga lebih dari 5%.
Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini semuanya berada di jalur positif. Di mana sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 2,22% disusul sektor industri dasar yang naik 0,88%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp36 miliar dengan 10 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp8,28 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp20,51 miliar dan aksi beli sebesar Rp12,22 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 41 saham menguat, 2 saham melemah dan 2 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp250 menjadi Rp11.600, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp13.075, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp150 menjadi Rp67.200, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp10 menjadi Rp815.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp150 menjadi Rp10.200, dan PT Hanson International Tbk (MYRX) turun Rp1 menjadi Rp135.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016), bursa saham Asia dibuka naik, di mana di Australia, Indeks ASX dan di Jepang Nikkei melonjak di awal perdagangan, karena pedagang mencerna atas prospek kemenangan Presiden AS Donald Trump.
"Kemenangan presiden Donald Trump tidak diragukan lagi akan menjadi pusat dari pikiran investor hari ini dengan banyak merenungkan apakah akan seekstrim dengan presiden sebelumnya," kata Rodrigo Catril, ahli strategi FX di National Australia Bank, mengatakan dalam sebuah catatan.
Indeks Nikkei 225 dibuka naik 1,91% sebelum cepat naik sebesar 5,77%, karena yen melemah terhadap USD. Indeks acuan Australia melonjak 2,97% didukung oleh sektor energi yang naik 3,22% dan sektor material naik 5,28%, namun subindex emas turun 6,92%.
Di Selandia Baru, Indeks NZX 50 naik 2,16% setelah Reserve Bank of New Zealand memotong suku bunga sebesar 25 basis poin ke rekor rendah 1,75 sebelum pasar dibuka. Pernyataan RBNZ memperingatkan bahwa banyak ketidakpastian, terutama sehubungan dengan wawasan internasional, dan kebijakan mungkin perlu menyesuaikan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi juga tercatat menguat pada pembukaan pagi ini, diperdagangkan naik 1,51%. Kemarin, saham Asia yang diperdagangkan di AS anjlok karena menjadi semakin jelas bahwa kandidat Partai Republik Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS setelah mengalahkan Hillary Clinton.
Selain itu, saham Eropa ditutup naik tajam, setelah membuka dengan kerugian signifikan, sementara di Wall Street, saham AS naik lebih dari 1%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok cukup dalam hingga 56,36 poin atau 1,03% ke level 5.414,32, pada saat Indeks Nikkei jatuh hingga lebih dari 5%.
Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini semuanya berada di jalur positif. Di mana sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 2,22% disusul sektor industri dasar yang naik 0,88%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp36 miliar dengan 10 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp8,28 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp20,51 miliar dan aksi beli sebesar Rp12,22 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 41 saham menguat, 2 saham melemah dan 2 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp250 menjadi Rp11.600, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp13.075, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp150 menjadi Rp67.200, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp10 menjadi Rp815.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp150 menjadi Rp10.200, dan PT Hanson International Tbk (MYRX) turun Rp1 menjadi Rp135.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016), bursa saham Asia dibuka naik, di mana di Australia, Indeks ASX dan di Jepang Nikkei melonjak di awal perdagangan, karena pedagang mencerna atas prospek kemenangan Presiden AS Donald Trump.
"Kemenangan presiden Donald Trump tidak diragukan lagi akan menjadi pusat dari pikiran investor hari ini dengan banyak merenungkan apakah akan seekstrim dengan presiden sebelumnya," kata Rodrigo Catril, ahli strategi FX di National Australia Bank, mengatakan dalam sebuah catatan.
Indeks Nikkei 225 dibuka naik 1,91% sebelum cepat naik sebesar 5,77%, karena yen melemah terhadap USD. Indeks acuan Australia melonjak 2,97% didukung oleh sektor energi yang naik 3,22% dan sektor material naik 5,28%, namun subindex emas turun 6,92%.
Di Selandia Baru, Indeks NZX 50 naik 2,16% setelah Reserve Bank of New Zealand memotong suku bunga sebesar 25 basis poin ke rekor rendah 1,75 sebelum pasar dibuka. Pernyataan RBNZ memperingatkan bahwa banyak ketidakpastian, terutama sehubungan dengan wawasan internasional, dan kebijakan mungkin perlu menyesuaikan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi juga tercatat menguat pada pembukaan pagi ini, diperdagangkan naik 1,51%. Kemarin, saham Asia yang diperdagangkan di AS anjlok karena menjadi semakin jelas bahwa kandidat Partai Republik Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS setelah mengalahkan Hillary Clinton.
Selain itu, saham Eropa ditutup naik tajam, setelah membuka dengan kerugian signifikan, sementara di Wall Street, saham AS naik lebih dari 1%.
(izz)
Lihat Juga :