Darmin Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Bakal Dongkrak Ekonomi
Kamis, 10 November 2016 - 17:43 WIB
Darmin Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Bakal Dongkrak Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, pembangunan infrastruktur akan mampu mendorong perekonomian Tanah Air. Menurutnya anggapan cost infrastruktur mahal sehingga kurang berpengaruh ke pertumbuhan, sangat keliru.
(Baca Juga: APBN Terbatas, Pemerintah Undang Swasta Garap Infrastruktur)
Lebih lanjut dia mencontohkan sebelumnya alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk rakyat menjadi nomor satu. Namun sekarang subsidi tersebut dihapus dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, yang diyakini bakal memberikan efek setelah beberapa tahun ke depan.
"Jadi, anggapan yang menilai bahwa bangun infratruktur itu mahal, itu keliru. Karena sekali dia terbangun, maka efeknya akan bertahan berpuluh-puluh tahun mendatang," kata dia, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
(Baca Juga: Jokowi Bakal Swastakan Proyek Infrasruktur)
Darmin menilai, pemindahan alokasi dana subsidi untuk masyarakat yang akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, sudah tepat. Hal ini lantaran, memang dari segi infrastruktur, Indonesia belum terlalu berkembang seperti negara lain.
"Jadi ya memang tepat, karena ini suatu keadaan yang semua negara dan kita sudah tahu bahwa kita sangat tidak berkembang di bidang ini (infrastruktur)," kata dia.
Menurutnya pemerintah sedang membuat semacam investasi jangka panjang yang berkelanjutan dengan pembangunan infrastruktur dalam negeri yang dipikirkan dengan sangat matang untuk kelangsungan hidup seluruh masyarakat Indonesia.
"Namanya pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, memang harus melompat agak jauh ke depan. Itu ciri khas dari pembangunan infrastruktur dari ekonomi. Dan dia cirinya adalah investasi jangka panjang. Keputusan ini diambil bukan dari pertimbangan jangka pendek. Sehingga situasi perlambatan yang terjadi tidak terlalu menentukan, sepanjang pemerintah bisa memberi gambaran ke mana dia akan pergi," pungkasnya.
(Baca Juga: APBN Terbatas, Pemerintah Undang Swasta Garap Infrastruktur)
Lebih lanjut dia mencontohkan sebelumnya alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk rakyat menjadi nomor satu. Namun sekarang subsidi tersebut dihapus dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, yang diyakini bakal memberikan efek setelah beberapa tahun ke depan.
"Jadi, anggapan yang menilai bahwa bangun infratruktur itu mahal, itu keliru. Karena sekali dia terbangun, maka efeknya akan bertahan berpuluh-puluh tahun mendatang," kata dia, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
(Baca Juga: Jokowi Bakal Swastakan Proyek Infrasruktur)
Darmin menilai, pemindahan alokasi dana subsidi untuk masyarakat yang akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, sudah tepat. Hal ini lantaran, memang dari segi infrastruktur, Indonesia belum terlalu berkembang seperti negara lain.
"Jadi ya memang tepat, karena ini suatu keadaan yang semua negara dan kita sudah tahu bahwa kita sangat tidak berkembang di bidang ini (infrastruktur)," kata dia.
Menurutnya pemerintah sedang membuat semacam investasi jangka panjang yang berkelanjutan dengan pembangunan infrastruktur dalam negeri yang dipikirkan dengan sangat matang untuk kelangsungan hidup seluruh masyarakat Indonesia.
"Namanya pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, memang harus melompat agak jauh ke depan. Itu ciri khas dari pembangunan infrastruktur dari ekonomi. Dan dia cirinya adalah investasi jangka panjang. Keputusan ini diambil bukan dari pertimbangan jangka pendek. Sehingga situasi perlambatan yang terjadi tidak terlalu menentukan, sepanjang pemerintah bisa memberi gambaran ke mana dia akan pergi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :