Wall Street Mixed, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Jum'at, 11 November 2016 - 07:53 WIB
Wall Street Mixed, Dow...
Wall Street Mixed, Dow Jones Cetak Rekor Baru
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan ditutup variatif dengan Indeks Dow Jones naik tajam atau mencatak rekor baru berkat sektor perbankan yang ditutup melonjak ke tingkat tertinggi sejak krisis keuangan 2008. Sementara, sektor teknologi tenggelam.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 1,17% ke levek 18.807,88. Indeks S & P 500 naik 0,2% menjadi 2.167,48 sedangkan Nasdaq Composite turun 0,81% menjadi 5.208,80, terluka oleh kerugian di saham teknologi.

Sektor keuangan di Indeks S&P melonjak 3,70% ke level tertinggi sejak krisis keuangan 2008, membawa keuntungan sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden AS pada Selasa kemarun menjadi 7,9% dan tercatt kenaikan dua hari terbesar sejak 2011.

Saham Wells Fargo & Co (WFC.N) melonjak 7,58% ke posisi tertinggi sejak Januari, dan sekarang telah terhapus semua kerugian yang terjadi di tengah skandal terhadap rekening palsu yang dibuka oleh karyawannya. Saham Bank of America (BAC.N) naik 4,40% dan JPMorgan Chase (JPM.N) menguat 4,64% ke rekor tinggi.

Trump telah memihak konservatif terkemuka menyerukan pencabutan 2010 Reformasi Keuangan Dodd-Frank Act sebagian besar ditentang oleh bank. "Kampanye Trump memang mengatakan akan mencabut Dodd-Frank. Tarif yang lebih tinggi dan kurva imbal hasil lebih curam. Mereka semua adalah hal yang baik bagi bank," kata Warren Barat, kepala sekolah di Greentree Brokerage Services di Philadelphia.

Saham Apple (AAPL.O) turun 2,79% dan saham Amazon.com (AMZN.O) turun 3,82% sehingga membuat sektor teknokogi di Indeks S & P 500 turun 1,59%.

Saham Macy (M.N) naik 5,6% setelah operator department store ini mengangkat setahun penuh perkiraan penjualan dan mengumumkan kemitraan untuk menguangkan beberapa aset real-estate-nya.

Setelah penutupan, saham Nordstrom (JWN.N) melaporkan hasil kuartalan yang mengirim sahamnya 5% lebih tinggi sementara laporan kuartalan Walt Disney (DIS.N) mendorong sahamnya turun 2,6%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
11 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
27 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
57 menit yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved