IHSG Dibuka Jeblok 74,42 Poin saat Bursa Asia Variatif

Jum'at, 11 November 2016 - 09:14 WIB
IHSG Dibuka Jeblok 74,42...
IHSG Dibuka Jeblok 74,42 Poin saat Bursa Asia Variatif
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka jeblok alias turun tajam meski pada penutupan kemarin berhasil di zona hijau. IHSG dibuka anjlok 74,42 poin atau 1,37% ke level 5.375,88 di tengah variatifnya bbursa saham Asia.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik hingga 35,99 poin atau 0,66% ke level 5.450,31 pada saat bursa saham Asia melambung.

Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini semuanya berada di jalur negatif. Di mana sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 2,55% disusul sektor infrastruktur yang turun 2,01%.

Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp80 miliar dengan 27 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp18,86 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp34,12 miliar dan aksi beli sebesar Rp15,26 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 10 saham menguat, 40 saham melemah dan 2 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp20 menjadi Rp2.100, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp20 menjadi Rp715, dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) naik Rp14 menjadi Rp410.

Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.950 menjadi Rp66.000, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), naik Rp775 menjadi Rp16.325, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 300 menjadi Rp8.000.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2016), bursa saham Asia variatif sementara USD tercatat menguat secara luas. Hal ini dikarena imbal hasil obligasi AS melonjak atas harapan kebijakan AS Presiden terpilih Donald Trump akan mencadangkan inflasi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2% dengan Indek di Korea turun 0,5%. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 juga naik lebih dari 1% berkat pelemahan yen.

Sementara Wall Street, Indeks S & P 500 naik 0,2% sementara Dow Jones industrial average naik 1,2% mencapai rekor tinggi sebelumnya yakni pada Agustus hampir 1%. Sebaliknya, Indeks Nasdaq turun 0,81% terbebani sektor teknologi dengan saham Apple jatuh 2,8%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
51 menit yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
1 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
1 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
2 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
3 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved