Pemerintah, BI dan OJK Perkuat Koordinasi Tingkatkan Ekonomi
Jum'at, 11 November 2016 - 11:09 WIB
Pemerintah, BI dan OJK Perkuat Koordinasi Tingkatkan Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk memperkuat koordinasi kebijakan guna memelihara stabilitas perekonomian dan memastikan reformasi struktural tetap berjalan dengan baik.
Berbagai sinergi kebijakan yang telah dan akan ditempuh pemerintah, BI dan OJK diyakini dapat terus memperkuat ketahanan ekonomi dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, sebagai respons atas kondisi ekonomi global yang masih belum menguntungkan.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, perekonomian Indonesia masih tetap kuat didukung fundamental ekonomi yang baik. "Stabilitas perekonomian masih tetap terkendali. Inflasi berada di tingkat yang rendah dan stabil sehingga diperkirakan mendekati batas bawah target inflasi 2016 yakni 4%+1%," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Fundamental ekonomi yang baik dan stabilitas perekonomian yang terkendali pada gilirannya mendukung nilai tukar rupiah tetap stabil dan berdaya saing.
Dia menturkan, pemerintah akan terus memperkuat stimulus sambil tetap menjaga keberlangsungan fiskal. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga defisit APBN-P 2016 di tingkat 2,7% PDB, di bawah batas amanat UU sebesar 3%.
BI juga akan tetap konsisten menempuh bauran kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang rupiah dan valas sehingga tidak mengganggu transmisi kebijakan moneter yang telah ditempuh," tandas dia.
Berbagai sinergi kebijakan yang telah dan akan ditempuh pemerintah, BI dan OJK diyakini dapat terus memperkuat ketahanan ekonomi dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, sebagai respons atas kondisi ekonomi global yang masih belum menguntungkan.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, perekonomian Indonesia masih tetap kuat didukung fundamental ekonomi yang baik. "Stabilitas perekonomian masih tetap terkendali. Inflasi berada di tingkat yang rendah dan stabil sehingga diperkirakan mendekati batas bawah target inflasi 2016 yakni 4%+1%," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Fundamental ekonomi yang baik dan stabilitas perekonomian yang terkendali pada gilirannya mendukung nilai tukar rupiah tetap stabil dan berdaya saing.
Dia menturkan, pemerintah akan terus memperkuat stimulus sambil tetap menjaga keberlangsungan fiskal. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga defisit APBN-P 2016 di tingkat 2,7% PDB, di bawah batas amanat UU sebesar 3%.
BI juga akan tetap konsisten menempuh bauran kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang rupiah dan valas sehingga tidak mengganggu transmisi kebijakan moneter yang telah ditempuh," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :