Wall Street Berakhir Mendatar di Tengah Kejatuhan Saham Teknologi

Selasa, 15 November 2016 - 08:44 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mendatar di Tengah Kejatuhan Saham Teknologi
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat ditutup sedikit berubah pada awal pekan, setelah meningkat secara dramatis selama sepekan sebelum adanya penurunan dalam sektor teknologi. Kondisi ini mengimbangi lonjakan tajam sektor keuangan ketika investor menyakini suku bunga acuan akan menjadi lebih tinggi.

Setelah sempat bergejolak di akhir sesi, Dow Jone berakhir pada level tertinggi saat indeks S & P 500 dan komposit Nasdaq tergelincir. "Saya pikir semua yang terjadi saat adanya rally jadi sinyal positif pasca hasil pemilu pekan lalu," ucap Kepala Investasi Strategi Janney Montgomery Scott Mark Luschini.

Tercatat Dow Jones industrial average ditutup naik 21,03 poin atau setara dengan 0,11% ke level 18.868,69, sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 0,25 poin atau 0,01% ke level 2.164,2. Sementara komposit Nasdaq menyusut sebesar 18,72 poin atau 0,36% ke level 5.218,40.

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan AS atau Fed rate pada pertemuan Desember, mendatang ketika para pelaku pasar memberikan keyakinan sebesar 91%. Pada perdagangan pasar saham AS kemarin indeks Industri berakhir meningkat 0,4%, didukung peluang untuk meningkatkan dana infrastruktur.

Sektor teknologi pada komposit Nasdaq telah berada di bawah tekanan sejak pemilihan Presiden AS, 8 November lalu ketika investor lebih memilih menanamkan uang mereka ke sektor keuangan, industri dan energi melihat kebijakan yang bakal dilakukan Presiden AS terpilih yakni Donald Trump.

Indeks keuangan mengalami penambahan 2,3% ketika bank-bank besar termasuk JPMorgan memberikan dorongan terbesar. Indeks telah meningkat mencapai 10,8% sejak pemilihan dengan harapan adanya penyederhanaan regulasi dan bunga lebih tinggi. Ketika sektor keuangan mencetak hasil positif, indeks Teknologi ditutup turun 1,7%. Sekitar 10 miliar diperdagangkan kemarin, jauh di atas atas rata-rata harian 7,7 miliar untuk 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
43 menit yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
2 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
12 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
12 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved