Perusahaan Ritel AA Kembali Ajukan Proteksi Kebangkrutan

Selasa, 15 November 2016 - 12:44 WIB
Perusahaan Ritel AA...
Perusahaan Ritel AA Kembali Ajukan Proteksi Kebangkrutan
A A A
LOS ANGELES - Perusahaan ritel pakaian yakni American Apparel (AA) kembali mengajukan perlindungan kebangkrutan untuk kedua kalinya, setelah yang pertama mereka mereka lakukan pada Oktober 2015, lalu. Perusahaan yang fokus memproduksi busana kasual untuk pria dan wanita ini terus mengalami kerugian, di tengah negosiasi penjualan aset kepada Gildan Activewear.

Dilansir BBC, Selasa (15/11/2016) Gildan mengatakan, bahwa mereka telah menawarkan sebesar USD66 juta untuk hak merek dan saham AS, tapi tidak dengan toko offline mereka. AA sebelumnya sempat terlilit utang, mengalami penurunan penjualan yang drastis, protes karyawan, dan perselisihan hukum dengan mantan CEO serta pendiri, Dov Charney untuk memicu kebangkrutan.

Pihak perusahaan pada pekan lalu mengatakan mereka masih berjuang terkait penurunan penjualan di Inggris. American Apparel diberitakan telah mencari pembeli dan memulai pembicaraan dengan perusahaan yang punya lisensi merek serta sebuah perusahaan keuangan yakni B. finansial Riley. Perusahaan produsen pakaian lain termasuk Aeropostale, Quiksilver, Wet Seal dan Pacific Sunwear kabarnya juga tengah berjuang seiring maraknya belanja online.

American Apparel pertama kali mengajukan proteksi kebangkrutan pada Oktober 2015, dan sempat menyatakan tidak memiliki permodalan yang cukup untuk melanjutkan kegiatan operasional. Perusahaan ritel pada tahun ini ternyata masih berjuang untuk bertahan, di bawah kepemilikan sekelompok pemegang saham. Namun penjualan mereka terus menunjukkan penurunan, diperburuk dengan pengeluaran yang mahal untuk pabrik di Los Angeles.

Perusahaan sendiri telah menegaskan bahwa setiap penjualan, akan membuat tetap menjaga keberadaan pabrik manufaktur di Amerika Serikat. American Apparel harus bersaing dengan label mode ritel lainnya seperti H&M, Forever 21, dan Zara yang melakukan kegiatan manufaktur di luar negeri asal dan mencatat pertumbuhan yang pesat. Selain itu, peritel online seperti Amazon juga mewarnai persaingan di industri mode ritel.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved