Gara-gara Ponsel, Impor RI Oktober 2016 Naik USD11,47 Miliar

Selasa, 15 November 2016 - 12:59 WIB
Gara-gara Ponsel, Impor...
Gara-gara Ponsel, Impor RI Oktober 2016 Naik USD11,47 Miliar
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia pada Oktober 2016 naik sebesar 1,55% menjadi USD11,47 miliar. Salah satu pemicunya adalah kenaikan impor golongan mesin dan peralatan listrik, khususnya handphone (HP) atau ponsel hingga 6,25% pada periode tersebut.

(Baca: Neraca Perdagangan RI Oktober Surplus USD12,68 Miliar)

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, nilai impor nonmigas pada Oktober 2016 mencapai USD1,53 miliar atau turun 13,13% dibanding September 2016. Sementara, impor nonmigas naik 4,27% dibanding September 2016 menjadi USD9,94 miliar.

"Barang yang naik besar untuk impor, kenaikan terbesar pada mesin dan peralatan listrik USD80,9 juta (HP) wartawan ganti HP nya sering banget. Tiap minggu ganti," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia dari Januari sampai Oktober 2016 mencapai USD110,17 miliar atau turun 7,50% dibanding periode sama 2015. Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD5,8 miliar dan USD3,06 miliar.

"Penurunan impor migas disebabkan turunnya nilai impor minyak mentah USD1,2 miliar, hasil minyak USD4,3 miliar, dan gas USD349,6 juta," imbuh dia.

Adapun tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Oktober 2016 adalah China dengan nilai USD24,48 miliar, Jepang senilai USD10,64 miliar, dan Thailand sebesar USD7,30 miliar. Sementara, impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,77% dan Uni Eropa 9,19%.

"Komposisinya, barang konsumsi selama Januari sampai Oktober 2016 mengalami kenaikan 13,75%. Ini sudah tergambar dari triwulan lalu, sementara bahan baku penolong mengalami penruuann minus 8,6%. Total impor kita sebagian besar untuk bahan baku atau penolong, menyusul barang konsumsi dan barang modal," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
28 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
34 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
49 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
51 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
55 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
55 menit yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved