Pertumbuhan Ekonomi Filipina Tercepat di Asia

Kamis, 17 November 2016 - 18:25 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Filipina Tercepat di Asia
A A A
MANILA - Anggapan bahwa perekonomian Filipina akan melambat karena dipimpin sosok kontroversial Presiden Rodrigo Duterte, tampaknya tidak terbukti. Perekonomian Filipina tumbuh dengan laju tercepat dalam kuartal terakhir, membuat ketahanan negara tersebut siap menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Melansir dari Bloomberg, Kamis (17/11/2016), Otoritas Statistik Filipina mengumumkan bahwa produk domestik bruto (PDB) mereka meningkat menjadi 7,1%, melebihi estimasi 15 ekonom yang disurvei Bloomberg, yang menyebut hanya 6,7%.

PDB Filipina juga naik 1,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, sejalan dengan perkiraan banyak ekonom. Filipina pun disebut-sebut sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.

Menurut ekonom yang disurvei Bloomberg, kebijakan tegas Presiden Duterte membuat ekonomi Filipina akan meningkat lebih dari 6% hingga tahun 2018, menjadikan mereka sebagai negara dengan pertumbuhan paling cepat di emerging market.

Pertumbuhan PDB Filipina pada kuartal III 2016 sebesar 7,1%, melampaui China yang sebesar 6,7% dan Vietnam 6,4%. Sementara India yang pada kuartal II 2016 pertumbuhannya mencapai 7,1%, belum mempublikasikan data PDB untuk kuartal III 2016 mereka.

Keajaiban Filipina berkat bonus demografi alias pertumbuhan penduduk muda dan dana USD160 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Duterte gencar melakukan pembangunan infrastruktur untuk menciptakan lapangan kerja. Diantaranya proyek senilai USD1 miliar untuk kontrak bandara baru dan kereta api di bekas pangkalan militer Amerika Serikat, untuk dijadikan pusat komersial baru Filipina.

Data PDB tersebut mengerek bursa saham Filipina yang naik 2,2% dari penutupan hari kemarin. Dan membuat peso Filipina menguat menjadi 49,32 per dolar AS. (Baca: Investor Asing Goyang Kebijakan Duterte)

Ekonom senior di Barclays Plc di Singapura, Rahul Bajoria mengatakan bahwa kebijakan Duterte menjadikan Filipina memiliki performa luar biasa di kawasan Asia. “Dengan konsumsi dalam negeri cukup baik dan pengeluaran fiskal yang direncanakan, risiko global secara mendasar tidak akan mengubah prospek ekonomi mereka”.

Hal senada juga diungkapkan Gareth Leather, ekonom senior Asia di Capital Economics Ltd di London. Dalam catatannya, ia menulis dalam jangka pendek, ekonomi Filipina akan terus tumbuh dalam kecepatan yang stabil.

Sementara itu, John Padilla, ahli keuangan di Metropolitan Bank & Trust Co., Filipina menyebut cerdasnya kebijakan ekonomi Duterte. “Menempatkan uang di saham terkait infrastruktur adalah taruhan cerdas”. Namun, ia mewanti-wanti bahwa pertumbuhan ekonomi Filipina sekarang ini menjadi tantangan bagi Duterte untuk menjaga kecepatan. Filipina harus terus melakukan percepatan dan pembangunan infrastruktur demi mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

Berkat kebijakan Duterte, pengeluaran rumah tangga, yang membuat sekitar 70% dari PDB, naik 7,3% dari tahun sebelumnya. Belanja pemerintah naik 3,1% dan investasi melonjak 20%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Bawang Menjadi...
Kisah Bawang Menjadi Barang Mewah di Filipina, Harganya Melebihi Daging
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Filipina, Bahas Ekonomi hingga Geopolitik
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi RI Tangguh, Kalahkan Malaysia hingga Filipina
Ibu Kota Filipina Kembali...
Ibu Kota Filipina Kembali Hidup Meski Masih Ada Ancaman Covid-19
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved