IHSG Akhir Pekan Berpotensi Menguat Menuju Level 5.240
Jum'at, 18 November 2016 - 08:20 WIB
IHSG Akhir Pekan Berpotensi Menguat Menuju Level 5.240
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi masih berpeluang mencoba menguat dengan range pergerakan 5.125-5.240. Menurutnya secara teknikal IHSG masih bergerak positif meskipun agak sedikit tertahan pada level saat ini dikarenakan mendekati resistance MA7 di level 5240.
"Indikator Stochastic yang mengkonfirmasi golden-cross di area jenuh jual didukung pergerakan momentum reversal dari RSI masih memberikan aroma positif pergerakan IHSG mendatang," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak cenderung berfluktuasi cenderung melemah namun mampu ditutup melonjak signifikan di akhir sesi perdagangan dengan naik 7,55 poin sebesar 0,15% di level 5.193,01 dengan volume perdagangan yang relatif tinggi.
Tingkat suku bunga di pertahankan pada level 4.75% pada bulan ini meskipun pertumbuhan pinjaman kian merosot di bawah ekspektasi di level 6.4% dari 6.8% diperiode sebelumnya. Penguatan USD kembali menjadi alasan investor asing melakukan aksi jual bersih yang tercatat Rp144,88 miliar.
"Indeks sektoral pertambangan kembali tergelincir sedangkan Indeks sektoral aneka industri memimpin penguatan," pungkasnya.
Saham-saham yang dapat dicermati pada hari ini di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF). Selanjutnya ada juga PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) serta PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN).
"Indikator Stochastic yang mengkonfirmasi golden-cross di area jenuh jual didukung pergerakan momentum reversal dari RSI masih memberikan aroma positif pergerakan IHSG mendatang," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak cenderung berfluktuasi cenderung melemah namun mampu ditutup melonjak signifikan di akhir sesi perdagangan dengan naik 7,55 poin sebesar 0,15% di level 5.193,01 dengan volume perdagangan yang relatif tinggi.
Tingkat suku bunga di pertahankan pada level 4.75% pada bulan ini meskipun pertumbuhan pinjaman kian merosot di bawah ekspektasi di level 6.4% dari 6.8% diperiode sebelumnya. Penguatan USD kembali menjadi alasan investor asing melakukan aksi jual bersih yang tercatat Rp144,88 miliar.
"Indeks sektoral pertambangan kembali tergelincir sedangkan Indeks sektoral aneka industri memimpin penguatan," pungkasnya.
Saham-saham yang dapat dicermati pada hari ini di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF). Selanjutnya ada juga PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) serta PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN).
(akr)
Lihat Juga :