IHSG Dibuka Melemah 0,37% Akibat Sentimen Lesunya Bursa Global
Senin, 21 November 2016 - 09:29 WIB
IHSG Dibuka Melemah 0,37% Akibat Sentimen Lesunya Bursa Global
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (21/11/2016) dibuka melemah 0,37% atau 19,28 poin ke level 5.150,83.
Sebelumnya, Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup memerah 0,44% atau 22,91 poin ke posisi 5.170,11.
Pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring lemahnya bursa secara global. Dari 300 saham yang diperdagangkan, 109 menguat, 96 melemah dan 95 stagnan. Dan dari sembilan indeks sektoral IHSG hari ini, tujuh sektor saham mengalami pelemahan, dengan sektor konsumer yang jatuh hingga 0,94%, diikuti sektor finansial yang melemah 0,64%.
Sedangkan transaksi bersih asing negatif Rp1,82 miliar dengan aksi jual asing Rp150,54 miliar berbanding aksi beli asing Rp148,71 miliar.
Melemahnya IHSG disebabkan oleh lesunya bursa secara global, dimana bursa Amerika Serikat melemah pada Jumat lalu seiring pernyataan pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang.
Sementara itu, pelaku pasar tengah menunggu seberapa agresif bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya di tahun depan. Inflasi AS diprediksi naik lebih cepat karena efek Presiden Trump yang berencana menurunkan pajak dan menambahkan anggaran infrastruktur.
Melansir dari CNBC, Senin (21/11/2016), pasar Asia juga dibuka variatif karena investor terus mencerna kebijakan ekonomi Donald Trump. "Kebijakan ekonomi Trump menjadi pertimbangan nomor satu untuk pasar dunia," ujar Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets.
Adapun bursa Jepang Nikkei 225 dibuka naik 0,43%, karena melemahnya yen ditengah kekuatan dolar AS. Di Australia, ASX 200 turun 0,2% dan patokan Korea Selatan Kospi melemah 0,37%, setelah jaksa mengatakan ada kemungkinan Presiden Park Geun-hye terlibat dalam skandal korupsi.
Saham China berada di wilayah positif, dengan indeks Shanghai dibuka naik 0,18% dan Shenzhen naik tipis 0,155%. Sedangkan bursa Hong Kong Hang Seng tergelincir 0,15%.
Sebelumnya, Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup memerah 0,44% atau 22,91 poin ke posisi 5.170,11.
Pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring lemahnya bursa secara global. Dari 300 saham yang diperdagangkan, 109 menguat, 96 melemah dan 95 stagnan. Dan dari sembilan indeks sektoral IHSG hari ini, tujuh sektor saham mengalami pelemahan, dengan sektor konsumer yang jatuh hingga 0,94%, diikuti sektor finansial yang melemah 0,64%.
Sedangkan transaksi bersih asing negatif Rp1,82 miliar dengan aksi jual asing Rp150,54 miliar berbanding aksi beli asing Rp148,71 miliar.
Melemahnya IHSG disebabkan oleh lesunya bursa secara global, dimana bursa Amerika Serikat melemah pada Jumat lalu seiring pernyataan pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang.
Sementara itu, pelaku pasar tengah menunggu seberapa agresif bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya di tahun depan. Inflasi AS diprediksi naik lebih cepat karena efek Presiden Trump yang berencana menurunkan pajak dan menambahkan anggaran infrastruktur.
Melansir dari CNBC, Senin (21/11/2016), pasar Asia juga dibuka variatif karena investor terus mencerna kebijakan ekonomi Donald Trump. "Kebijakan ekonomi Trump menjadi pertimbangan nomor satu untuk pasar dunia," ujar Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets.
Adapun bursa Jepang Nikkei 225 dibuka naik 0,43%, karena melemahnya yen ditengah kekuatan dolar AS. Di Australia, ASX 200 turun 0,2% dan patokan Korea Selatan Kospi melemah 0,37%, setelah jaksa mengatakan ada kemungkinan Presiden Park Geun-hye terlibat dalam skandal korupsi.
Saham China berada di wilayah positif, dengan indeks Shanghai dibuka naik 0,18% dan Shenzhen naik tipis 0,155%. Sedangkan bursa Hong Kong Hang Seng tergelincir 0,15%.
(ven)
Lihat Juga :