IHSG Berakhir Melemah 21,79 Poin ke 5.148,32
Senin, 21 November 2016 - 16:28 WIB
IHSG Berakhir Melemah 21,79 Poin ke 5.148,32
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (21/11/2016) masih melemah, dengan turun 0,42% atau 21,79 poin ke level 5.148,32.
Pada pagi tadi, IHSG dibuka melemah 0,37% atau 19,28 poin ke level 5.150,83. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan pada kisaran 5.130,44-5.158,76.
Melemahnya indeks masih dipengaruhi oleh kondisi global. Dari 426 saham yang diperdagangkan, 137 saham menguat, 176 menurun dan 113 saham stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir melemah, dengan sektor perdagangan jatuh 0,89% dan sektor keuangan turun 0,75%. Sedangkan sektor pertambangan menguat, seiring naiknya harga minyak, yaitu naik 1,21%
Adapun transaksi bersih asing negatif Rp116,11 miliar dengan aksi jual asing Rp2,09 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,97 triliun.
Sementara itu, pasar Asia berakhir variatif akibat kekuatan dolar AS dan melonjaknya harga minyak dunia. Melansir dari CNBC, Senin (21/11/2016), pasar Jepang Jepang Nikkei 225 ditutup naik 0,77% atau 138,61 poin di 18.106,02.
Saham China berada di wilayah positif, dengan indeks Shanghai ditutup naik 0,79% atau 25,35 poin pada 3.218,2, dan Shenzhen bertambah 0,363% atau 7,67 poin pada 2.118,94. Hong Kong Hang Seng naik 0,21% setelah awalnya membuka di wilayah negatif.
Patokan Australia ASX 200 ditutup turun 0,15% atau 8,079 poin pada 5.351,34, namun kerugian diimbangi kekuatan di sektor energi, yang naik 1,69% dan sektor emas yang naik 2,02%.
Patokan Korea Selatan Kospi berakhir turun 0,43% atau 8,53 poin di 1.966,05 setelah jaksa mengatakan pada hari Minggu bahwa Presiden Park Geun-hye terlibat dalam skandal korupsi. Selain itu, Korea Selatan mengumumkan perkiraan ekspor dalam 20 hari pertama November turun 0,2% dan impor turun 3,1%.
Pada pagi tadi, IHSG dibuka melemah 0,37% atau 19,28 poin ke level 5.150,83. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan pada kisaran 5.130,44-5.158,76.
Melemahnya indeks masih dipengaruhi oleh kondisi global. Dari 426 saham yang diperdagangkan, 137 saham menguat, 176 menurun dan 113 saham stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir melemah, dengan sektor perdagangan jatuh 0,89% dan sektor keuangan turun 0,75%. Sedangkan sektor pertambangan menguat, seiring naiknya harga minyak, yaitu naik 1,21%
Adapun transaksi bersih asing negatif Rp116,11 miliar dengan aksi jual asing Rp2,09 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,97 triliun.
Sementara itu, pasar Asia berakhir variatif akibat kekuatan dolar AS dan melonjaknya harga minyak dunia. Melansir dari CNBC, Senin (21/11/2016), pasar Jepang Jepang Nikkei 225 ditutup naik 0,77% atau 138,61 poin di 18.106,02.
Saham China berada di wilayah positif, dengan indeks Shanghai ditutup naik 0,79% atau 25,35 poin pada 3.218,2, dan Shenzhen bertambah 0,363% atau 7,67 poin pada 2.118,94. Hong Kong Hang Seng naik 0,21% setelah awalnya membuka di wilayah negatif.
Patokan Australia ASX 200 ditutup turun 0,15% atau 8,079 poin pada 5.351,34, namun kerugian diimbangi kekuatan di sektor energi, yang naik 1,69% dan sektor emas yang naik 2,02%.
Patokan Korea Selatan Kospi berakhir turun 0,43% atau 8,53 poin di 1.966,05 setelah jaksa mengatakan pada hari Minggu bahwa Presiden Park Geun-hye terlibat dalam skandal korupsi. Selain itu, Korea Selatan mengumumkan perkiraan ekspor dalam 20 hari pertama November turun 0,2% dan impor turun 3,1%.
(ven)
Lihat Juga :